Berita

Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah/Net

Politik

Getar Aceh: Presiden Jokowi, Tolong Berhentikan Sekda Aceh

SELASA, 22 JUNI 2021 | 10:29 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebuah permintaan khusus diajukan Gerakan Titipan Rakyat (Getar) Aceh kepada Presiden Joko Widodo. Getar Aceh meminta presiden segera memberhentikan Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, karena kinerjanya dinilai tidak memenuhi harapan dan ekspektasi masyarakat.

"Beberapa kasus, seperti mega Silpa senilai (Rp) 3,9 triliun, juga persoalan penyusupan anggaran berkode appendix, membuktikan Taqwallah tidak memiliki kompetensi sebagai pimpinan birokrasi," kata Sekretaris Jenderal Getar Aceh, Teuku Izin alias Apung, dalam keterangannya kepada Kantor Berita RMOLAceh, Senin (21/6).

Menurut Apung, kasus mega SiLPA Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Aceh, tidak hanya mencederai dan merugikan rakyat. Lebih dari itu, Sekda Aceh telah menghancurkan sendi perekonomian daerah yang selama ini ditopang oleh anggaran pemerintah.


Di tengah pandemi dan ekonomi rakyat yang sulit, dan amanah Presiden Jokowi yang mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi anggaran, faktanya di Aceh justru terjadi mega SiLPA.

"Belum lagi persoalan penyusupan anggaran berkode appendix atau AP, yang nilainya ratusan miliar," jelas Apung.

Ia menambahkan, dapat dipastikan selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), Sekda Aceh memiliki peran vital, mengetahui, dan mungkin saja terlibat dalam konspirasi jahat tersebut.

Apung menilai dalam situasi rakyat yang tertimpa kesulitan, Sekda Aceh selaku Ketua TAPA justru melakukan tindakan-tindakan yang melukai dan mencederai perasaan rakyat.

"Sudah sepatutnya, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, untuk segera mengusulkan pergantian Sekda kepada Presiden Joko Widodo," kata Apung.

Menurut Apung, jika Taqwallah dibiarkan terus menjabat, maka ke depan persoalan demi persoalan baru akan terus muncul, yang bermuara pada kerugian rakyat yang semakin besar.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya