Berita

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) M. Said Didu/Net

Politik

Said Didu: Qodari Perlu Lakukan Survei, Masihkah Pendukung Prabowo Setia

MINGGU, 20 JUNI 2021 | 07:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rencana Direktur Eksekutif Indobarometer M. Qodari untuk menduetkan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 perlu dikaji ulang.

Apalagi, jika tujuan dari penyatuan yang membuat Presiden Joko Widodo harus menjabat 3 periode itu adalah agar polarisasi antar pendukung saat Pilpres 2024 lalu hilang.

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) M. Said Didu mengingatkan Qodari untuk berhati-hati. Sebab, belum tentu pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 lalu masih setia mendukung di Pilpres 2024 mendatang.


Said Didu yakin pendukung Prabowo sudah banyak yang berpaling sejak Ketua Umum Gerindra itu menerima lamaran masuk kabinet Jokowi.  

“Asumsi yang digunakan Mas Qodari pasangkan Jokowi-Prabowo adalah untuk menyatukan pendukung. Mungkin beliau perlu survei apakah pendukung Prabowo masih mendukung beliau sejak beliau bergabung dengan Jokowi?” tegasnya lewat akun Twitter pribadi, Minggu (20/6).

Said Didu juga menduga Qodari salah dalam membaca arah dukungan kelompok yang selama ini kritis pada kebijakan Presiden Joko Widodo. Sebab, kelompok tersebut bukan bagian dari pendukung Prabowo.

“Mungkin beliau juga salah bahwa semua yang kritisi Jokowi adalah pendukung Prabowo,” tutupnya.

M. Qodari kini tercatat sebagai Penasihat Relawan Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Seknas Jokpro) 2024. Jokpro 2024 adalah organisasi yang menghimpun para pendukung pasangan Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2024, sekaligus mengkampanyekan dan menyebarluaskan gagasan Jokowi-Prabowo 2024 pada seluruh masyarakat Indonesia.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya