Berita

Analis sosial politik Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam/Net

Politik

Bagusnya Kejagung Koreksi Pernyataan JPU Yang Tantang Jutaan Pecinta Habib Rizieq Turun Ke Pengadilan

JUMAT, 18 JUNI 2021 | 22:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perkara hasil Swab test Covid-19 RS Ummi Bogor, baiknya dikoreksi karena menyinggung jutaan pecinta Habib Rizieq Shihab.

Begitu analis sosial politik Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam memberikan masukan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pasalnya, Anam menilai pernyataan Jaksa bersifat menantang pengikut terdakwa perkara hasil Swab test Covid-19 RS Ummi Bogor yang merupakan eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).


Dalam sidang awal pekan ini dengan agenda replik, JPU menyatakan bahwa "ternyata yang didengung-dengungkan sebagai seorang Imam Besar hanyalah isapan jempol belaka’.

Menanggapi pernyataan itu, sosok ulama yang kerap disapa HRS tersebut menilai JPU telah menantang umat Islam dan termasuk pengikutnya. Karena, label 'Imam Besar' yang melekat di depan namanya adalah bentuk kecintaan dari para pengikutnya.

Anam pun kahwatir, apa yang tersampaikan teresbut benar-benar mendorong pengikut HRS untuk datang ke persidangan. Maka, ia menyarankan agar Kejaksaan Agung meralat apa yang disampaikan JPU di dalam sidang waktu itu.

"Tentu pihak kepolisian sedang ketar-ketir untuk menghalau segala kemungkinan terburuk apabila ratusan juta pecinta HRS akan turun ke pengadilan,"ujar Anam saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/6).

"Tentu hal tersebut semoga tidak terjadi, dan semoga Kejagung (Kejaksaan Agung) segera mengkoreksi pernyataan JPU dalam kasus HRS tersebut," sambungnya.

Terkait dengan materi replik JPU, Anam meminta agar ke depannya penegak hukum tidak asal menyampaikan hal-hal yang bersifat profokativ dan bisa menimbulkan keramaian.

"Saya kira Jaksa mesti hati-hati atas pernyataannya, karena bisa jadi atas pernyataannya tersebut akan memancing gerakan publik pecinta HRS, bukan tidak mungkin jutaan umat pecinta HRS seluruh Indonesia," ungkapnya.

Menurut Saiful, Habib Rizieq selama ini telah mengikuti semua prosedur dan mekanisme sidang dengan sebagaimana mestinya. Akan tetapi, sikap dan tindakan Habib Rizieq dibalas dengan hal yang tidak seharusnya dilakukan JPU.

"Untuk itu saya kira menyinggung hal-hal yang bersifat personal akan memancing kemarahan jutaan pecinta HRS seluruh Indonesia," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya