Berita

Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam (kanan) saat jadi pembicara pada diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan-RMOL, Selasa (1/6)/RMOL

Politik

Pilpres 2024 Tanah Tak Bertuan, Calon Presiden Pilih Wakil Dengan Mempertimbangkan Empat Hal

JUMAT, 18 JUNI 2021 | 11:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Belum ada satupun bakal calon presiden 2024 yang unggul, sangat kuat, dan di atas rata-rata. Semuanya masih rata-rata air.

"Pilpres 2024 cukup menarik karena merupakan tanah tak bertuan, tidak ada petahana, siapapun berpotensi memenangkan pertarungan," kata Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam, Jumat (18/6).

Jelas dia, bagi seorang calon yang moncer tentu akan jauh lebih mudah mencari perahu atau partai politik, karena hakikatnya partai ingin menang baik pilpres maupun pileg.


"Sehingga partai akan berlomba merapat kepada calon yang potensial menang dilihat dari hasil survei yang berkualitas dan bertanggung jawab dengan metode sampling kredibel lepas dari kepentingan apapun," ujar Arman Salam kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Sementara calon presiden, dia akan memilih wakil dengan mempertimbangkan sekurang-kurangnya empat hal.

Yaitu, perimbangan primordial yang di dalamnya demografi calon, soal finansial, membawa atau menambahkan dukungan perahu (partai), dan terakhir tambahan suara dukungan atau wakil dianggap membawa basis pemilih.

"Keempat hal tersebut selalu dan harus dipertimbangkan oleh capres saat memilih calon wakilnya," kata Arman Salam.

"Biasanya faktor pembawa perahu atau partai akan menjadi pertimbangan prioritas bagi calon yang belum atau kurang dukungan partainya saat memilih calon wakilnya, atau tergantung dari kepentingan lain sebagai pelengkap pasangan," ucapnya melanjutkan.

Selalu bersaing ketat di papan atas berbagai lembaga survei, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo, adalah tiga jawara dan  "Bang Jago" untuk Pilpres 2024.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya