Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Demi Tingkatkan Angka Kelahiran, China Perketat Aturan Bimbingan Belajar

KAMIS, 17 JUNI 2021 | 15:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan angka kelahiran, termasuk bertindak lebih keras pada industri bimbingan belajar.

Seorang sumber mengatakan, langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi tekanan pada anak-anak sekolah dan meningkatkan angka kelahiran dengan menurunkan biaya hidup keluarga.

Aturan baru akan diumumkan paling cepat pada pekan depan dan berlaku mulai Juli, seperti dimuat Channel News Asia.


Salah satu aturan termasuk larangan bimbingan belajar online dan offline selama liburan musim panas dan musim dingin di Beijing, Shanghai, dan kota-kota besar lainnya.

"Aturan baru akan lebih ketat dari yang diharapkan. Industri harus bersiap untuk yang terburuk," ujar sumber lainnya.

Dengan aturan baru, perusahaan bimbingan belajar kemungkinan akan kehilangan sebanyak 70 hingga 80 persen pendapatan tahunan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri bimbingan belajar berkembang pesat untuk siswa sekolah dari taman kanak-kanak hingga kelas 12 atau K-12.

Lebih dari 75 persen siswa K-12 di China menghadiri kelas bimbingan belajar setelah sekolah pada 2016.

Pekan lalu, Presiden Xi Jinping mengatakan sekolah harus bertanggung jawab atas pembelajaran siswa, bukan perusahaan bimbingan belajar.

"Departemen pendidikan harus mengoreksi fenomena ini," kata Xi.

Saham perusahaan les privat China yang terdaftar di New York, TAL Education Group, New Oriental Education & Technology Group, dan Gaotu Techedu Inc masing-masing ditutup turun 12,3 persen, 17 persen, dan 12,5 persen pada Rabu (16/6).

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya