Berita

Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Bertemu Morrison, Macron: Eropa Berdiri Di Sisi Australia Dalam Menghadapi China

RABU, 16 JUNI 2021 | 10:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Eropa menyatakan dukungannya kepada Australia yang tengah dilanda perang dagang dan berbagai permusuhan lainnya dengan China di kawasan.

Dukungan disampaikan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron ketika menyambut kedatangan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Paris pada Selasa (15/6).

Macron secara terbuka mendukung Australia dan menegur agresi Partai Komunis China (PKC) di Laut China Selatan.


"Anda berada di garis depan ketegangan yang ada di kawasan, ancaman, dan terkadang intimidasi. Saya ingin menegaskan kembali di sini betapa kami berdiri di sisi Anda," kata Macron kepada Morrison, seperti dikutip The Epoch Times.

"Kami dengan tegas menolak setiap tindakan ekonomi koersif yang diambil terhadap Australia dalam pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional," tambahnya.

Sementara itu, Morrison menggambarkan hubungan antara Australia dan Prancis begitu kuat dan dilandasi nilai-nilai bersama.

“Tidak ada yang memahami kebebasan lebih dari orang Prancis. Afinitas adalah kata yang kami gunakan untuk menggambarkan kemitraan kami, afinitas di banyak bidang hubungan,” ucap Morrison.

"Setiap elemen kemitraan kami adalah tentang memperkuat nilai-nilai dan keyakinan yang kami pegang teguh," imbuhnya.

Prancis telah meningkatkan keterlibatannya di kawasan Indo-Pasifik dalam beberapa bulan terakhir. Seperti terlibat dalam latihan angkatan laut bersama dengan kapal angkatan laut Australia melalui Laut Cina Selatan pada bulan April.

Prancis juga memiliki kepentingan di kawasan itu karena mempertahankan kedaulatan atas Polinesia Prancis, Kaledonia Baru, serta Wallis dan Futuna.

Dukungan yang sama juga diberikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kepada Morrison ketika bertemu di London.

“Saya mungkin berbicara mewakili Scott juga ketika saya mengatakan tidak ada yang ingin turun ke Perang Dingin baru dengan China, kami tidak melihat itu sebagai jalan ke depan. Ini adalah hubungan yang sulit di mana sangat penting untuk terlibat dengan China dengan cara yang positif yang kami bisa," ucap Johnson.

Namun ia menggaribawahi, pelanggaran HAM terhadap Uighur, penindasan kebebasan di Hong Kong, hingga tekanan yang diberikan pada Australia membuat China menjadi kekhawatiran.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya