Berita

Mantan Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla/Net

Politik

JK Dan AHY Bisa Cairkan Hubungan SBY-Surya Paloh

SELASA, 15 JUNI 2021 | 17:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Duet Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memang potensial untuk memenangkan Pilpres 2024. Keduanya memiliki elektabilitas yang tinggi.

Namun ditenggarai duet ini menghadapi kendala karena ada ganjalan hubungan antara pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Partai Nadem, Surya Paloh.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, melihat tipikal SBY dan Surya Paloh sebagai negawarawan, tampaknya persoalan kedua tokoh itu akan mudah mereka selesaikan.


"Keduanya akan berbesar hati meninggalkan ego masing-masing demi kepentingan bangsa dan negara. Tentu kalau kedua tokoh ini yakin duet Anies-AHY nantinya dapat memajukan negara tercinta," ujar Jamiluddin, Selasa (15/6).

Untuk memuluskan hal itu, diperlukan juga pihak ketiga yang dapat menjembataninya. Salah satu sosok yang dekat dengan kedua tokoh tersebut adalah mantan Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla.

"JK juga dekat dengan Anies. Sebab, JK orang dibelakang layar yang berperan besar memenangkan Anies dalam Pilkada DKI Jakarta 2017," kata Jamiluddin.

Karena itu, JK sosok paling tepat untuk mencairkan hubungan SBY dan Surya Paloh. Apalagi JK juga terkesan mempunyai kepentingan untuk menyapreskan Anies pada Pilpres 2024.

"Untuk itu, SBY sebaiknya melobi JK untuk mewujudkan duet Anies -AHY. Kemampuan JK dalam hal itu memang sudah tidak perlu diragukan," terang Jamiluddin.

Jamiluddin menambahkan, AHY juga sebaiknya bertemu dengan Surya Paloh dan JK. Dengan Surya Paloh perlu dicarikan kesepahaman diantara mereka sebagai ketua Umum partai.

"Dengan JK, AHY perlu mendapat masukan dan nasehat dalam menghadapi Pilpres 2024, termasuk kemungkinan berduet dengan Anies," ucapnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya