Berita

Sir Bertrand Russel/Net

Jaya Suprana

Kelirumologi Pemikiran Manusia

SELASA, 15 JUNI 2021 | 09:45 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SATU di antara sekian banyak kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil penelahaan yang dilakukan Pusat Studi Kelirumologi sebagai cikal-bakal Pusat Studi Logi-Logi adalah tidak ada manusia yang sempurna.

Mustahil Sempurna


Dari kesimpulan tidak ada manusia yang sempurna dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kekeliruan. Termasuk manusia yang dianggap manusia super juga mustahil tidak pernah melakukan kekeliruan.


Maka Aristoteles memang cendekia dan bijak dalam berfilsafat namun ternyata sang cantrik Plato ini juga pernah melakukan kekeliruan semisal dalam meyakini bahwa mahluk hidup bisa hidup secara spontan.

Aristoteles juga keliru dalam meyakini bahwa benda lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda lebih ringan yang kemudian dikoreksi oleh Galileo Galilei dengan dampak dicekal oleh penguasa gereja pada masanya.

Kredibilitas saintifikal mahafisikawan Irlandia yang melahirkan hukum ke dua thermodinamika, Lord Kelvin tidak perlu diragukan lagi namun ternyata sempat juga keliru dalam menghitung usia planet bumi.

Linus Pauling menerima anugrah Nobel bukan cuma sekali namun dua kali bagi dua bidang saling beda juga sempat keliru dalam menyusun model struktur DNA akibat terburu-buru mengejar waktu jangan sampai keduluan orang lain.

Bagi saya pemikir paling jujur adalah Bertrand Russel yang tidak pernah malu bukan saya mengakui kekeliruan pemikiran dirinya sendiri namun bahkan juga mengkoreksinya. Charles Darwin sempat kewalahan sehingga tidak berani maka tidak mampu atau tidak mau melawan serangan-serangan dahsyat terhadap teori evolusi yang dikembangkan secara terpisah dari pemikiran George Wallace.

Sampai akhirnya secara terpisah pula teori evolusi Darwin dibenarkan oleh penelitian Gregor Mendel terhadap genetika yang menjelaskan kebenaran teori seleksi.

Meski pemikiran Gregor Mendel juga tidak sempurna benar karena sang Bapak Ilmu Genektika merangkap Romo ordo Agustinian ini bukan Tuhan.

Sementara slogan utama Charles Darwin tentang survival of the fittest kerap keliru ditafsirkan bahwa para pemenang kompetisi seleksi alam untuk mampu bertahan hidup ditentukan oleh kekuatan padahal kemampuan adapsi diri terhadap lingkungan.

Pengakuan

Sama halnya dengan keliru menafsirkan Christophorus Columbus berlayar ke arah Barat Eropa demi membuktikan bahwa planet bumi berbentuk bundar padahal pada masa abad XV masyarakat awam pun sudah menyadari bahwa bentuk bumi adalah bundar.

Namun memang Columbus keliru dalam memperhitungkan jarak ke India melalui jalur pelayaran ke Barat adalah lebih dekat ketimbang ke Timur.

Maka Columbus keliru meyakini dirinya sudah mendarat di India padahal baru tiba di kawasan Karibea. Kisah menarik tentang Columbus mendirikan telur ayam demi membuktikan bahwa dunia bundar jelas keliru sebab sebenarnya Columbus sekedar membuktikan bahwa manusia mudah menyatakan diri bisa padahal belum tentu bisa.

Astrofisikawan Fred Hoyle tidak pernah percaya pada teori Black Holes sementara sang mahafisikawan paling legendaris, Albert Einstein berspekulasi keliru tentang sesuatu mahaenerji atau entah apa menjaga ekuilibrium alam semesta meski kemudian spekulasi kurang benar Einstein itu membuka gerbang ke loncatan-loncatan semesta ilmu pengetahuan luar biasa dahsyat sehingga tidak kurang dari sang mahamatematikawan sebagai pengganti Charles Dawkins mengetuai departemen prestisius Symonyl Chair for Public Understanding Universitas Oxdord, Prof. Marcus du Sautoy perkasa menulis buku berjudul What We Cannot Know dengan eksplisit tegas menggunakan kata “cannot”.

Maka dengan bangga saya tidak mau ketinggalan napak-tilas kesuriteladanan budi-pekerti Bertrand Russel untuk jujur mempersembahkan sebuah pengakuan jujur dan tulus bahwa mustahil semustahil-mustahilnya mustahil bahwa naskah tulisan saya yang sedang anda baca mampu bebas dari kekeliruan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya