Berita

Anggota Komisi XI fraksi Partai Nasdem, Fauzi H. Amro/Net

Politik

Fraksi Nasdem: Pajaki Sembako Jelas Bakal Menekan Daya Beli Di Tengah Krisis Pandemi, Makanya Kami Tolak!

SENIN, 14 JUNI 2021 | 14:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana kebijakan perpajakan yang disusun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ditolak Komisi XI fraksi Partai Nasdem.

Anggota Komisi XI fraksi Partai Nasdem, Fauzi H. Amro menyatakan menolak rencana kebijakan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap 12 barang sembako.

Fauzi menyatakan, penolakan fraksi Nasdem bukan tanpa alasan. Tapi melihat sejumlah pertimbangan yang berkembang, khususnya dalam konteks perkembangan pandemi Covid-19 dan perkembangan pemulihan ekonomi nasional.


"Kebijakan ini (rencana penarikan PPN sembako) jelas sangat tidak tepat dilaksanakan saat ini," ujar Fauzi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/6).

"Mengingat, masyarakat masih dihadapkan pada kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19," sambungnya.

Fauzi menerangkan, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih belum pulih alias masih morat-marit. Sehingga, jika pemerintah ngotot menjadikan sembako sebagai objek kena pajak, maka kondisi ekonomi akan terbalik dari apa yang diprediksi pemerintah.

"Daya beli masyarakat kini belum pulih. Nah, kalau sembako dikenai pajak otomatis harga-harga-harga barang di tingkat konsumen juga akan ikut naik, sehingga daya beli akan kembali tertekan," tuturnya.

Lebih lanjut, Fauzi meminta pemerintah untuk mempertimbangkan pengenaan pajak terhadap sembako. Dan termasuk yang teranyar adalah rencana pengenaan pajak pada sektor pendidikan atau sekolah.

"Daya beli dibutuhkan untuk pulih dari pandemi Covid-19," demikian Fauzi H. Amro menutup.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya