Berita

Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Net

Publika

Jokowi Pegang Ganjar

SENIN, 14 JUNI 2021 | 10:13 WIB

UNTUK Pilpres 2024 nanti figur yang telah muncul antara lain nama pasangan Anies-AHY, Anies-Airlangga, Prabowo-Puan, Rizal Ramli-Gatot Nurmantyo.

Jokowi nampaknya akan mati tanpa ada penerus kepentingannya. Terbayang risiko buruk akibat dari kepemimpinan acak-acakan selama dua periode. Bukan mustahil pertanggungjawaban hukum dan politik akan mendera.

Survei pun bermain dengan mengangkat figur Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, kader PDIP. Nama Anies, Prabowo, dan Ganjar selalu dibuat tiga besar. Tentu Ganjar menarik untuk dilirik oleh Jokowi untuk "memperpanjang umur" politiknya.


Ganjar sendiri gejalanya tidak bakal didukung PDIP yang akan mendahulukan Puan Maharani, puteri sang Ketum.

Ketika akan ditemui oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pada acara partai di Jawa Tengah, ternyata agenda yang direncanakan itu batal karena konon Ganjar dipanggil Jokowi.

Saat pengukuhan gurubesar kehormatan Unhan, Presiden Jokowi tidak menghadiri bahkan memilih datang ke peresmian jalan tol Semarang-Demak. Tentu untuk bertemu dengan Ganjar Pranowo.

Joko Mania (Joman) secara terang-terangan sudah memulai menyatakan dukungan pada Ganjar Pranowo. Hal ini sebagai sinyal bahwa Jokowi menginginkan Ganjar untuk terus menggelinding dan menjadi kepanjangan tangannya.

Di sisi lain Ganjar sang Gubernur tentu diharapkan untuk dapat membantu atau memproteksi perjalanan politik Gibran Walikota Solo. Simbiosis mutualisme yang wajar.

Skenario yang mungkin terjadi sebagai konsekuensi atau implikasi dari menarik Ganjar ini, yaitu:

Pertama, mengingat popularitas Ganjar meningkat menempel Prabowo atau Anies dan semakin jauh dari Puan, maka Megawati "menyerah" dan akhirnya siap mendukung Ganjar untuk Capres. Dengan amanat penguatan status sebagai "petugas partai" dibuat kalkulasi dan ekspektasi menang dengan menghalalkan segala cara.

Kedua, konflik adu kuat dukungan PDIP antara Puan dengan Ganjar semakin menajam. Ganjar dipecat oleh partai. Ganjar benar-benar ditarik Jokowi. Berimbas pada konflik Mega dengan Jokowi. Bereskalasi terus hingga Mega dan Jokowi harus berpisah. Jokowi dijatuhkan sebelum 2024 melalui penggalangan PDIP. Alasan rasional adalah krisis multi dimensional atau menangkap aspirasi rakyat.

Ketiga, baik Jokowi maupun Ganjar gagal di ujung saat mencari kendaraan. Kesulitan mendapatkan partai atau gabungan partai politik yang memenuhi presidential threshold 20 persen. Partai-partai politik terpolarisasi pada dukungan capres lain.

Mengingat beratnya bagi Jokowi untuk "memperpanjang umur" politiknya tersebut, maka di samping mengupayakan berhasilnya skenario pertama juga harus berjuang untuk menggolkan penurunan angka presidential threshold agar lebih mudah mencarikan kendaraan politik untuk Ganjar Pranowo.

Jokowi sendiri secara perorangan tidak memiliki kekuatan jika tanpa dukungan pemilik modal "inner circle" khususnya para taipan. Karenanya pertimbangan lingkaran oligarki ini turut menjadi penentu.

Bisa saja pengendali menganggap sekarang sudah tidak perlu lagi memikirkan nasib Jokowi. Mereka pun telah mendengar suara desakan mundur yang semakin menggema. Jokowi sama sekali sudah tidak diperlukan karenanya dibuang atau dicampakkan saja.

Jokowi's power is over now.

M. Rizal Fadillah

Pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya