Berita

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan saat mengunjungi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, Sabtu (12/6)/Ist

Politik

Ikuti Arahan Muhammadiyah, PAN Akan Berjuang Keras Tolak Pajak Pendidikan Dari Parlemen

SABTU, 12 JUNI 2021 | 14:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Amanat Nasional (PAN) akan berjuang keras untuk menolak rencana pemberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk bidang pendidikan sebagaimana draf RUU Revisi UU 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, saat mengunjungi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan, Sabtu (12/6).

"Sesuai arahan Muhammadiyah. PAN akan berjuang keras di parlemen untuk menolak penerapan kebijakan tersebut. Kita bagi tugas, Muhammadiyah sebagai ormas, berjuang di gerakan masyarakat sipil. PAN berjuang di parlemen," ujar Zulkifli Hasan.


Zulhas sapaan karib Ketua Umum PAN itu menyebutkan, memang seharusnya ormas dan partai politik bekerjasama dan saling bersinergi, bukan justru mengerjakan tugas secara tumpang tindih. Menurutnya, ormas tidak perlu jadi partai politik dan partai politik tidak perlu mengerjakan tugas ormas.

"Itulah esensi dari demokrasi. Maka dulu Muhammadiyah melahirkan PAN. Untuk berjuang di parlemen," kata Zulhas yang juga Wakil Ketua MPR itu.

Kunjungan Zulhas ke Sumsel dalam rangka peresmian Rumah PAN Sumsel dan menghadiri Rakerwil serta pelantikan DPW dan DPD-DPD PAN se-Sumsel.

Zulhas datang bersama Ketua MPP PAN Hatta Rajasa, Ketua POK DPP PAN, Mumtaz Rais, dan anggota DPR RI, Hafizs Thohir, serta Athari Gauthi Ardi.

"Alhamdulillah sekarang DPR RI PAN dari Sumsel ada dua orang, Insya Allah berikutnya empat orang," demikian Zulhas, disambut tepuk tangan antusias oleh hadirin.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya