Berita

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen/Net

Dunia

Eks Bos Mossad Akui Jadi Dalang Serangan Ke Fasilitas Nuklir Iran Dan Pembunuhan Ilmuwan Mohsen Fakhrizadeh

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 11:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen memberikan pengakuan bahwa Israel yang berada di balik serangan terhadap program nuklir Iran, termasuk pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh.

Hal itu ia ungkap dalam sebuah program investigasi bertajuk "Uvda" yang ditayangkan Channel 12 pada Kamis malam (10/6), seperti dimuat Associated Press.

Ditanya tentang serangan ke fasilitas Natanz, Cohen tidak secara langsung mengakui serangan tersebut. Namun pewawancara, Ilan Dayan, menyebut Israel telah menyelundupkan bahan peledak ke ruang bawah tanah Natanz.


"Orang yang bertanggung jawab atas ledakan ini, menjadi jelas, memastikan untuk memasok ke Iran fondasi marmer di mana sentrifugal ditempatkan. Ketika mereka memasang fondasi ini di dalam fasilitas Natanz, mereka tidak tahu bahwa itu sudah mencakup sejumlah besar peledak," jelas Dayan.

Pada Juli 2020, ledakan misterius menghancurkan situs nuklir bawah tanah Iran di Natanz. Ledakan lain kemudian terjadi pada April tahun ini di salah satu ruang pengayaan uraniumnya.

Pada wawancaranya, Dayan mengangkat pembunuhan Fakhrizadeh pada November tahun lalu. Ia dibunuh dengan senapan mesin jarak jauh yang dipasang di sebuah truk pick-up.

Cohen tidak secara langsung mengakui serangan itu. Tetapi ia mengatakan, secara pribadi menandatangani seluruh kegiatan Mossad.

Dalam pernyataan tersebut, Cohen juga memberikan peringatan kepada ilmuwan lain yang terkait dengan program nuklir Iran. Ia menyebut mereka dapat menjadi target pembunuhan meski Amerika Serikat (AS) telah kembali ke kesepakatan nuklir Iran.

"Jika ilmuwan bersedia mengubah karier mereka dan tidak akan menyakiti kita lagi, ya, kadang-kadang kami menawarkan mereka jalan keluar," kata Cohen.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya