Berita

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi/RMOLSumut

Nusantara

PPDB Sumut Kacau, Edy Rahmayadi: Segera Saya Cek

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 10:01 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kasus server yang mengalami error membuat proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK sederajat di Sumatera Utara menjadi kacau.

Kekacauan pada hari pertama pendaftaran, membuat para siswa bingung. Karena pendaftaran ke sekolah yang mereka tuju justru teregistrasi di sekolah lain.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sumatera Utata Edy Rahmayadi berjanji akan mengevaluasi proses pendaftaran PPDB tersebut. Edy mengakui sistem PPDB yang selalu berubah jadi kendala.


"Sistem yang selalu berubah jadi tidak permanen, sulit dia. Saya sudah baca itu dan memang sulit," ujar Edy menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubernur, Rabu (9/6).

Edy mengaku belum mendapat laporan menyeluruh terkait persoalan PPDB tahun ini. Ia mengaku akan segera memanggil Kadis Pendidikan untuk meminta laporan lengkap.

"Nanti segera saya cek, habis itu nanti kita evaluasi, kita perbaiki," katanya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Lebih jauh Edy mengatakan, ada tiga jalur PPDB yang tersedia. Yakni jalur prestasi, jalur afirmasi, dan jalur zonasi. Menurutnya, itu saja yang jadi pedoman.

"Itu saja kita ikuti. Nanti pelaksanaanya, saya akan segera panggil (Kadis Pendidikan)," jelas mantan Pangkostrad ini.

Menurut informasi, Panitia PPDB akan memperpanjang masa pendaftaran online karena banyaknya calon siswa yang gagal mendaftar karena kesulitan mengakses situs PPDB.

Namun Edy belum mau merinci rencananya.

"Kita lihat apa persoalannya, kita perbaiki. Intinya adalah kita akan merekrut anak-anak kita untuk menuntut ilmu. Itu yang jadi persoalan. Jangan yang lain-lain dipersoalkan. Yang bisa kita benahi, kita benahi," tandasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya