Berita

Kongres Rakyat Nasional China/Net

Dunia

AS Kobarkan Perang Teknologi, China: Washington Punya Delusi Paranoid

RABU, 09 JUNI 2021 | 17:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) tampaknya memiliki delusi paranoid dan mentalitas Perang Dingin karena memproses RUU yang bertujuan untuk memperkuat teknologi dalam negeri dalam bersaing dengan China.

Pada Selasa (8/6), Senat AS meloloskan RUU Inovasi dan Persaingan AS (USICA) 2021 yang bertujuan membantu industri teknologi dan penelitian di dalam negeri dalam menghadapi persaingan melawan China.

Komite Urusan Luar Negeri Kongres Rakyat Nasional pada Rabu (9/6) nengecam RUU tersebut. Beijing menuduh Washington berusaha untuk merusak hak sah negara untuk pembangunan melalui teknologi dan pemisahan ekonomi.


"RUU itu penuh dengan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis, dan parlemen China menyuarakan kemarahan yang kuat dan penentangan tegas terhadapnya," kata komite itu dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat RT.

"RUU tersebut menunjukkan bahwa delusi paranoid egoisme telah mendistorsi niat awal inovasi dan kompetisi," tambah komite.

RUU itu lolos dengan mengantongi 68 suara setuju, dan 32 suara menolak.

Di dalam RUU tersebut, pemerintah akan menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk memperkuat program dan kegiatan yang dapat membantu AS terdepan di bidang teknologi utama, termasuk kecerdasan buatan.

Sekitar 190 miliar dolar AS akan dianggarkan untuk memperkuat teknologi dan penelitian. Sementara 54 miliar dolar AS digunakan untuk meningkatkan produksi dan penelitian chip semikonduktor.
RUU tersebut memiliki sejumlah ketentuan terkait China lainnya, termasuk melarang aplikasi media sosial TikTok untuk diunduh di perangkat pemerintah, dan memblokir pembelian drone yang diproduksi maupun dijual oleh perusahaan yang didukung Beijing.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya