Berita

Aggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi/Net

Politik

Utang BUMN Membengkak, PPP: Saat Ini Berdarah-darah Diharapkan Nanti Bisa Survive

RABU, 09 JUNI 2021 | 16:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Utang BUMN di luar negeri menumpuk hingga mencapai Rp. 851,160 triliun. Hal ini akan membebani keuangan negara yang saat ini tengah morat-marit dihantam pandemi Covid-19 yang mengharuskan untuk membayar utang.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi VI DPR RI, Achmad Baidowi mengatakan, utang sebagai sumber pembiayaan merupakan hal yang wajar dan biasa dalam sebuah bisnis.

"Yang terpenting adalah kekuatan untuk membayar utang tersebut," ucap Achmad Baidowi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/6).


Berkaitan dengan utang BUMN yang menggunung, kata Awiek sapaan akrabnya, langkah penting pemerintah saat ini adalah penggunaannya untuk sektor produktif dan juga dalam berutang BUMN tetap memperhatikan cashflow korporasi.

"Nah, karena yang dibiayai utang adalah PSN (proyek strategis nasional) yang harapnnya mampu berdampak pada peningkatan perekonomian dalam jangka panjang," imbuhnya.

Sekertaris Jenderal Fraksi PPP itu selenjutnya menyarankan pemerintah untuk membantu BUMN yang ada saat ini untuk mendapatkan pekerjaan baru melalui investor baru berbasis APBN atau di lingkungan BUMN itu sendiri.

"Setahu saya pemerintah sedang berupaya mencarikan partner-partner investor dari luar, ini baik sekali. Tetapi sinergi BUMN dan APBN juga perlu dipertimbangkan untuk menyehatkan perusahaan-perusahaan plat merah itu," katanya.

"Kalau di APBN itu perlu dipertimbangkan "penugasan" untuk proyek-proyek skala besar. Pemerintah tidak boleh hanya menyuruh BUMN berdarah-darah, juga harus memikirkan bagaimana mereka bisa sehat dan survive," imbuh Awiek melanjutkan.

Dia menambahkan jika saat ini BUMN sedang gawat darurat, dan diharapkan bisa break event point (BEP) atau balik modal, maka tidak menutup kemungkinan proyek strategis nasional tersebut bisa berjalan dengan baik

"Bahwa saat ini berdarah-darah nanti diharapkan bisa BEP ketika PSN tersebut sudah berfungsi. Pilihannya sekarang adalah, tidak berutang tapi tidak ada pembangunan dan ekonomi stagnan, atau berutang, ada pembangunan imbasnya ekonomi tumbuh," ucap Awiek.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Inilah Jurus GoTo Tingkatkan Kesejahteraan Driver

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:08

Relawan SPPG Didorong Bersertifikasi

Rabu, 28 Januari 2026 | 00:04

Ulama Asal Madura Raih Summa Cum Laude di Universitas Al-Azhar

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:44

Penolakan Publik soal Posisi Polri di Bawah Kementerian Capai 71,9 Persen

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:28

MUI Sarankan RI Mundur dari Board of Peace

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:21

GAN Minta Mabes Polri Gelar Perkara Khusus Kasus Pemalsuan IUP

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Jelang HPN 2026, JMSI Kaltim Dorong Pers Adaptif Hadapi Perubahan Perilaku Gen Z

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:18

Asta Cita Prabowo Tak Boleh Berhenti Sebatas Slogan Politik

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:01

Pusjianmar Seskoal Bedah MDA Bersama Pakar dari British Royal Navy

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Inggris

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:55

Selengkapnya