Berita

Asap hitam tebal terlihat membumbung dari Hkamti, Sagaing, Myanmar pada 22 Mei 2021/ Reuters

Dunia

Thailand Khawatir, Myanmar Semakin Menjauh Dari Konsensus Lima Poin ASEAN

MINGGU, 06 JUNI 2021 | 13:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kekerasan yang masih terus terjadi di Myanmar mengundang keprihatinan dari negara-negara tetangganya, tidak terkecuali Thailand.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis akhir pekan ini (Minggu, 6//6), Jurubicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat mengemukakan kekhawatiran dan keprihatinan pihaknya atas kekerasan yang terus berlanjut di banyak bagian di Myanmar.

"Kami telah mengikuti perkembangan di Myanmar dengan sangat prihatin, terutama insiden kekerasan di banyak bagian negara itu," kata Sangrat seperti dikabarkan Channel News Asia.


Dia juga mengulangi seruan Thailand agar pemerintah junta militer di Myanmar segera mengakhiri kekerasan dan membebaskan semua tahanan.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa Thailand mendorong segera direalisasikannya "Konsensus Lima Poin" yang telah disepakati oleh junta militer di Myanmar oleh ASEAN, sesegera mungkin.

Seruan ini dikeluarkan setelah junta militer di Myanmar sejauh ini belum menunjukkan tanda bahwa mereka akan mengindahkan lima poin konsensus tersebut. Di antara lima poin konsensus itu berisi desakan untuk diakhirinya kekerasan, pembicaraan politik dan penunjukan utusan khusus regional di Myanmar.

Merujuk pada keterangan sejumlah kelompok hak asasi manusia, sejak kudeta 1 Februari lalu, lebih dari 4.500 orang telah ditangkap di Myanmar.

Selain itu, gelombang protes dan kekerasan yang terjadi di Myanmar pasca kudeta tersebut telah menyebabkan sedikitnya 847 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya