Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin/Net
Kontestasi Pemilu 2024 diprediksi akan semarak karena bakal ada banyak calon presiden dan wakil presiden hingga empat pasangan calon (Paslon).
Sebab, pada gelaran Pilpres 2024 mendatang tidak ada petahana atau incumbent yang bakal mencalonkan lagi.
Demikian disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Sabtu (5/6).
"Bisa 3 atau 4 pasangan calon, minimal. Karena tak ada incumbent, jadi ingin banyak yang akan berpartisipasi," kata Ujang Komarudin.
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini para Ketua Umum partai hingga kepala daerah yang memiliki elektabilitas tinggi diyakini akan berlomba-lomba maju pada Pilpres 2024 nanti.
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini para Ketua Umum partai hingga kepala daerah yang memiliki elektabilitas tinggi diyakini akan berlomba-lomba maju pada Pilpres 2024 nanti.
"Terutama ketum-ketum partai atau kepala daerah yang punya elektabilitas lumayan," kata Ujang Komarudin.
Namun demikian, jika pun harus ada dua atau tiga pasangan calon pada Pilpres 2024 nanti, namun untuk saat ini belum kelihatan.
"Belum terbaca. Karena elektabilitas mereka pun belum ada yang menyentuh 50 persen," tandasnya.
OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan
Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14
Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz
Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52
Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja
Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23
Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau
Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05
Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45
Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32
Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09
Rakyat Antipati dengan PSI
Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38
10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi
Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19
Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa
Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08
Selengkapnya