Berita

Plt Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily/Net

Politik

Duduki Peringkat Tiga, Ace Hasan: Ini Memacu Kita Menaikkan Elektabilitas Partai

SABTU, 05 JUNI 2021 | 17:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. Partai Golkar menempati posisi ketiga dalam survei elektabilitas partai yang diselenggarakan Parameter Politik Indonesia.

Partai berlambang pohon beringin ini diipilih oleh 10,8 persen responden survei Parameter Politik Indonesia, atau berada di bawah PDI Perjuangan yang berada di posisi teratas dengan perolehan 22,1 dan Partai Gerindra diurutan kedua sebesar 11,9 persen.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, mengomentari tingkat elektabilitas partai yang menaunginya itu. Katanya, persentase keterpilihan Golkar di survei Parameter Politik Indonesia ini patut disyukuri.


"Tentu saya masih bersyukur bahwa Golkar di posisi ketiga, di mana hasilnya 10 persen," ujar Ace Hasan saat menjadi pembicara rilis survei Parameter Politik Indonesia sekaligus webinar bertema "Peta Politik Menuju 2024 dan Isu Politik Mutakhir", Sabtu (5/6).

Menurut Ace, elektabilitas yang idapat dari survei pada umumnya hanya mengukur keterkenalan dan ketertarikan masyarakat untuk memilih Partai Golkar.

Sementara, kata dia, Partai Golkar adalah partai kader.Di mana, kader yang akan berlaga di pemilu nanti juga akan berpengaruh pada elektabilitas partai.

"Kekuatan Partai Golkar itu kan kekuatannya ada pada kader kalau kita lihat 10 persen sudah oke, tapi bukan puas," tuturnya.

"Ini (hasil survei), memacu kita untuk terus menaikkan elektabilitas partai," demkkian Ace Hasan Syadzily.

Paremeter Politik Indonesia melakukan survei pada 23-28 Mei 2021, dengan sampel sebanyak 1.200 responden yang diambil dengan menggunakan metode simple random sampling dari 6.000 nomor HP yang sudah dipilih secara acak.

Adapun margin of error survei sebesar plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya