Berita

Ketu DPR RI Puan Maharani (kanan) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Net

Politik

Sama-sama Naik, Tapi Elektabilitas Ganjar Vs Puan Masih Bagaikan Langit Dan Bumi

SABTU, 05 JUNI 2021 | 14:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Ketua Ketua DPR, Puan Maharani bagai langit dan bumi dalam rilis survei Parameter Politik Indonesia.

Puan dan Ganjar belakangan santer disebut bersaing memperebutkan tiket Pilpres 2024 dari PDI Perjuangan.

Direktur Eksekutif Parameter Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, Ganjar berada di posisi dua dengan elektabilitas 16,5 persen, bersaing ketat dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (18,3 persen), dan ditempel Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (15,1 persen).


Sementara, Puan jauh di bawah dengan tingkat elektabilitas hanya 1,7 persen.

Tren elektabilitas Ganjar dan Puan memang sama-sama mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tapi, Puan masih jauh ditinggalkan Ganjar.

"Ganjar naik, 13,9 persen, naik dari 15,5 persen. Puan pada Februari 2021 hanya 0,8 persen. Bulan lalu, elektabilitasnya naik menjadi 1,7 persen," ujar Adi dalam webinar bertema "Peta Politik Menuju 2024 dan Isu Politik Mutakhir", Sabtu (5/6).

Adi menilai, kenaikan elektabilitas keduanya ada kaitannya dengan ribut-ribut internal PDIP pasca konsolidasi partai di Jateng beberapa waktu lalu.

"Mungkin tidak terlepas dari huru hara politik yang belakangan terjadi di internal PDIP," ucapnya.

Paremeter Politik Indonesia melakukan survei pada 23-28 Mei 2021, dengan sampel sebanyak 1.200 responden yang diambil dengan menggunakan metode simple random sampling dari 6.000 nomor HP yang sudah dipilih secara acak.

Adapun margin of error survei sebesar plus minus 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya