Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Yan Permenas Mandenas/Net

Politik

Yan Mandenas Menduga Pernyataan Connie Bermuatan Politik, Mengalihkan Tragedi Nanggala

SABTU, 05 JUNI 2021 | 12:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota Komisi I DPR RI, Yan Permenas Mandenas mempertanyakan kredibilitas Connie Rahakundini Bakrie sebagai pengamat pertahanan atau sebagai politisi partai tertentu.

Isu tentang rencana pembelian alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI/Kemhan senilai Rp 1.760 trilun yang disampaikan Connie disinyalir diduga bermuatan politik, dan ada upaya untuk mengalihkan perhatian publik pada kasus tragedi tenggalamnya kapal selam KRI Nanggala-402.

Yan Mandenas mengatakan, banyak sekali misteri yang belum terungkap dari tragedi tenggelamnya Mandala. Bahkan ada kecenderungan untuk menutup misteri yang ada.


Misalnya, apakah masih ada korban lain di luar 53 orang yang dirilis. Termasuk apakah ada perwira lain selain anggota Angkatan Laut yang menjadi korban di Nanggala tersebut.

"Lalu, apa motif Connie? Politik atau pesanan dari pihak tertentu untuk pengalihan perhatian publik dari tragedi Nanggala menjadi isu baru," ujar Yan Mandenas, Sabtu (5/6).

Dia menambahkan, upaya membawa isu pertahanan negara menjadi isu politik seharusnya tidak dilakukan. Disayangkan, kejadian tragedi Nanggala telah membuka ruang untuk bermanuver politik.

Menurutnya, dalam stratifikasi kewenangan, Panglima TNI bertanggung jawab pada penggunaan kekuatan (Alutsista), dan KSAL bertanggung jawab terhadap pembinaan dan kesiapan Alutsista (termasuk Kapal Selam).

"Jadi, jangan musibah tenggelamnya Nanggala yang masih menyimpan misteri ini dikait kaitkan dengan Kemhan, apalagi dibelokkan pada hal terkait rencana pembelian Alutsista Rp 1,760 trilun," ucap Yan Mandenas.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya