Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustopa/Net

Politik

Perubahan Jadwal Pemilu Serentak Dan Pilkada Serentak 2024 Cukup Diatur Di PKPU

SABTU, 05 JUNI 2021 | 09:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Forum konsinyering Komisi II DPR bersama pemerintah, KPU, Bawaslu, dan DKPP memutuskan Pemilu Serentak (Pileg dan Pilpres) digelar pada 28 Februari 2024, dan disusul Pilkada Serentak (Pilgub, Pilbup, dan Pilwakot) pada 27 November tahun yang sama.

Jika mengacu pada UU 7/2017 tentang Pemilu, jadwal Pemilu Serentak tersebut dimajukan dari seharusnya digelar bulan April 2024.

Soal dimajukannya jadwal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR, Saan Mustopa memastikan tidak ada persoalan. Nantinya, perubahan akan diatur dalam Peraturan KPU (PKPU).


"Nanti itu semua diatur PKPU ya," ujar Saan kepada wartawan, Sabtu (5/6).

"Jadwal yang kita sepakati itu tidak ada yang bertentangan dengan UU 7/2017. Jadi tidak memerlukan payung hukum yang tinggi dari PKPU," imbuh legislator Partai Nasdem itu.

Hasil Konsinyering, Pemilu Serentak digelar 28 Februari 2024 dan Pilkada Serentak pada 27 November 2024.

Keputusan yang masih bersifat sementara ini, diambil dalam forum konsinyering yang dilakukan pada, Kamis malam (3/6).

Hadir antara Komisi II, pemerintah, Komisi pemilihan umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Adapun keputusan yang dihasilkan adalah: Pertama, pemungutan suara Pemilu Serentak (Pileg dan Pilpres) 2024 adalah hari Rabu, 28 Februari 2024. Kedua, pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 adalah hari Rabu, 27 November 2024.

Ketiga, tahapan Pemilu Serentak 2024 dimulai 25 bulan sebelum Hari-H pemungutan suara yakni Maret 2022. Keempat, syarat pencalonan dalam Pilkada Serentak 2024 adalah hasil Pemilu DPRD Provinsi/Kab/Kota Pemilu 2024 (perolehan suara dan perolehan kursi Pemilu 2024).

Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegatakan, keputusan tersebut akan kembali dibahas dalam rapat kerja sebelum diumumkan hasil akhirnya.

"Finalnya nanti akan diputuskan pada Raker Komisi II dengan Mendagri, KPU dan Bawaslu," kata Doli kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat kemarin (4/6).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya