Berita

Ilustrasi alutsista/Net

Politik

Pengamat: Rancangan Perpres Alpahankam Gaduh Karena Ada Upaya Politisasi

KAMIS, 03 JUNI 2021 | 18:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam) sarat dengan upaya politisasi.

Begitu dikatakan Pengamat Pertahanan, Curie Maharani Savitri dalam serial diskusi Tanya Jawab Cak Ulung bertema "Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun", Kamis (3/6).

"Kita concern ya ada upaya politisasi, politisasi ini dalam artian ada kepentingan nonpertahanan yang kemudian membuat isu ini menjadi kontroversi publik," ujar Curie.

Curie mengatakan, memang ada sebagian yang layak diperdebatkan publik dari isi rancangan tersebut. Tetapi, sebagian lainnya adalah hal yang memang bagian rutinitas.

"Misalnya Raperpres ini berbicara renstra jamak ya, 25 tahun ke depan yang merupakan instruksi presiden. Ini memang harus dilakukan Kemenhan sebagai perencana," terangnya.

Curie menyebutkan, perencanaan tersebut memang berbeda dari biasanya. Soal pendekatan, umumnya perencanaan pertahanan dimulai dari kapabilitas alat yang diinginkan, baru kemudian berbicara soal anggaran.

"Tapi Kemenhan mencoba melakukan pendekatan baru, yang tadinya capability based planning menjadi budget based planning, dan ini masih dalam proses," katanya.

Melihat dinamika yang terjadi saat ini, ia pun menilai pembelian tersebut tidak tepat dilakukan sekarang karena akan menimbulkan kegaduhan. Terlebih, rancangan tersebut belum final dan masih dikaji di internal pemerintah.

"Sepengatahuan saya, ini prosesnya intra kementerian Bappenas, Kementerian Keuangan terlibat, jadi kalau di bilang tertutup ya karena masin intra kementerian," jelasnya.

"Biasanya nanti ada proses mengundang para ahli untuk membicarakan lebih lanjut," pungkasnya.

Populer

Otto Hasibuan: Pertamina Menang Gugatan Rp 1,5 T dan 23 Juta Dolar AS Kasus Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:57

Ketua Umum HMI: Pelaporan Balik Terhadap Ubedilah Badrun Adalah Tindakan Salah Kaprah dan Bodoh

Minggu, 16 Januari 2022 | 07:17

Rizal Ramli: Pakde Jokowi, Tolong Jelaskan Siapa Akan Tinggal di Ibu Kota Negara Baru?

Senin, 17 Januari 2022 | 22:04

Soal Deklarasi Prabowo-Jokowi, Pengamat: Jika Maju Cawapres, Makin Kuat Jokowi Beda Kelas dengan SBY

Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:54

Pesan untuk Ubedilah Badrun, Adhie Massardi: Bersiaplah Hadapi Segala Hal yang Tidak Masuk Akal Sekalipun

Minggu, 16 Januari 2022 | 06:55

Dosen UAI: Pelaporan Ubedilah Badrun Sepertinya untuk Menekan agar Cabut Laporan

Senin, 17 Januari 2022 | 08:27

Mayjen Maruli jadi Pangkostrad Makin Perlihatkan Jokowi hanya Percaya Orang Dekat

Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:48

UPDATE

Positif Covid-19, Mantan Cawapres AS Tunda Sidang Pencemaran Nama Baik

Selasa, 25 Januari 2022 | 02:37

NASA: Letusan Gunung Berapi Tonga Lebih Kuat Dari Bom Atom di Hiroshima

Selasa, 25 Januari 2022 | 02:21

Pimpinan DPD RI Usul Presiden Jokowi Pilih Kepala Otorita IKN dari Putra Daerah Kalimantan

Selasa, 25 Januari 2022 | 02:20

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman, Satu Pria Bersenjata Meregang Nyawa

Selasa, 25 Januari 2022 | 01:59

Meski Pandemi, Ekspor Industri Konten Korea Selatan Melesat Pada 2020

Selasa, 25 Januari 2022 | 01:51

Pemilu, Pesta Demokrasi Valentinik

Selasa, 25 Januari 2022 | 01:33

Meski Sudah Diputuskan, Rico Marbun: Apakah Pemilu Jadi di Tanggal Itu?

Selasa, 25 Januari 2022 | 01:27

Militer Burkina Faso Klaim Rebut Kekuasaan, Pemerintah dan Parlemen Dibubarkan

Selasa, 25 Januari 2022 | 01:22

Uni Eropa Siap Bantu Ukraina Jika Ada Serangan Siber dari Rusia

Selasa, 25 Januari 2022 | 00:58

Anggota Fraksi PDIP Minta Maaf Setelah ke Prancis Tanpa Izin

Selasa, 25 Januari 2022 | 00:58

Selengkapnya