Berita

Recep Tayyib Erdogan/Net

Dunia

Jelang Pertemuan Dengan Biden, Erdogan: Tanpa Turki Yang Kuat, Maka NATO Tidak Akan Kuat

RABU, 02 JUNI 2021 | 08:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa dia akan segera bertemu dengan Joe Biden di sela-sela pertemuan puncak para pemimpin NATO di Brussels, Belgia pada 14 Juni mendatang.

Hal itu terungkap saat Erdogan melakukan wawancara pada Selasa (1/6) larut malam dengan penyiar nasional TRT. Presiden mengatakan, dalam pertemuan tersebut mereka akan membahas ketegangan yang terjadi antara AS dan Turki baru-baru ini.

"Pada pertemuan itu, kami akan membahas mengapa hubungan Turki-AS melalui periode yang tegang seperti itu," kata Erdogan, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (2/6).


Presiden mengatakan ketegangan terbaru antara kedua sekutu NATO itu disebabkan oleh pengakuan Biden atas peristiwa 1915 sebagai 'genosida'.

Erdogan kembali mengkritik Biden dan mengulangi seruannya bahwa sejarawan dan pakar hukum, tetapi bukan politisi, harus mengerjakan apa yang disebut tuduhan Armenia.

Ketika ditanya apakah ada alasan lain di balik keputusan Biden tentang klaim genosida, presiden mengatakan "Turki sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu," tanpa menjelaskan lebih lanjut.

"Mereka yang menyudutkan Turki dengan cara ini akan kehilangan seorang teman penting," kata Erdogan, seraya menambahkan Turki adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan di NATO.

"Ada dua isu penting lainnya dalam hubungan AS-Turki; salah satunya adalah dukungan AS untuk teroris YPG/PKK dan kelambanannya terhadap Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang pemimpinnya tinggal di AS," kata Erdogan.

Dia kembali mengulangi kekecewaannya atas dukungan AS untuk teroris YPG/PKK di Suriah utara.

“Kami telah memberikan setiap bukti yang mengungkapkan hubungan antara PKK dan YPG/PYD tetapi mereka memilih untuk menutup mata terhadap ini,” kata Erdogan.

“Jika Anda adalah sekutu kami, apakah Anda akan mendukung kami atau Anda akan mendukung para teroris ini? Sayangnya, mereka berpihak pada teroris ini,” tambahnya.

Mengenai hubungan dengan NATO, Erdogan juga mengatakan, "Tanpa Turki yang kuat, maka NATO tidak akan kuat."

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya