Berita

Ketum DPP PAN saat galang donasi untuk Palestina/RMOL

Politik

Galang Dana Untuk Palestina, Zulhas: Sakit Rasanya, Zaman Sekarang Ada Bangsa Belum Merdeka

SELASA, 01 JUNI 2021 | 14:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Serangan Israel kepada Bangsa Palestina menjadi pradoks era modern yang masih menyajikan fakta bahwa masih ada negara yang terjajah dan belum merdeka.

Begitu dikatakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan saat membuka acara Penggalangan Dana Solidaritas Palestina dan Launching Lagu Pasti Ada Harapan di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (1/6).

"Miris dan sakit rasanya di zaman seperti sekarang ini masih ada bangsa yang masih belum merdeka, satu-satunya yaitu Palestina," ucapnya.


Reaksi dunia, kata politisi yang karib disapa Zulhas ini, berdasarkan asas kemanusiaan, relatif sama. Hampir semua kalangan yang tidak menyetujui penjajahan mengutuk keras tindakan-tindakan Israel selama ini kepada bangsa Palestina.

Kata dia, tak terkecuali negara-negara yang pro-Palestina seperti Indonesia yang terus bergerak melakukan lobi di level internasional. Di samping juga, berbagai aksi kemanusiaan dilakukan masyarakat di dalam negeri.

"Spontanitas publik pun terbentuk mulai dari demonstrasi, aksi sosial, hingga penggalangan dana. Dunia ingin membantu Palestina," katanya.

Sambung Wakil Ketua MPR RI ini, serangan Israel memang harus dilawan secara bersama-sama. Tidak hanya masyarakat muslim saja, kebiadaban Israel telah menciderai rasa kemanusian umat manusia di dunia.

"Kebiadaban Israel tak bisa dibiarkan. Israel terus-menerus melakukan penjajahan, menerapkan politik apartheid, bahkan melakukan kejahatan kemanusiaan," tandasnya.

Adapun donasi penggalangan dana kemanusiaan PAN dapat diikuti oleh masyarakat umum.

Bagi yang bernonasi dapat mengirimkan donasi di nomor rekening BRI 020601010423309 atas nama Yayasan Amanah Nasional dengan menambahkan keterangan berita "Donasi Palestina".

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya