Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Waspada, Teknologi Perluas Jangkauan Ideologi Transnasional Radikal

SELASA, 01 JUNI 2021 | 12:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perlu cara baru untuk memperluas dan memperdalam nilai-nilai Pancasila, khususnya di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti saat ini.

Pancasila perlu dijadikan pondasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga disrupsi teknologi tidak dimanfaatkan untuk memperluas ekspansi ideologi transnasional yang cenderung semakin meningkat.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam pidato pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri pada Selasa (1/6).


Jokowi mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memengaruhi lanskap kontestasi ideologi.

Revolusi industri 4.0 menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, berinteraksi, dan bahkan berorganisasi dalam skala besar, lintas negara.

"Ketika konektivitas 5G melanda dunia, maka interaksi antardunia juga akan semakin mudah cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh idelog-idelog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, ke seluruh usia, tidak mengenal lokasi dan waktu," ujar Jokowi.

Untuk itu, Jokowi mengajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dan aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya