Berita

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena/Net

Politik

Tindaklanjuti Aduan KAMI Soal TKA China, Komisi IX Akan Terjun Ke Morowali Dan Beri Masukan Ke Pemerintah

KAMIS, 27 MEI 2021 | 14:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pimpinan dan anggota Komisi IX DPR RI menerima audiensi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terkait serbuan tenaga kerja asing dari China yang masuk ke Indonesia.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, dari pihak KAMI yang hadir antara lain Addhie Massardi, Gde Siriana, MS Kaban, Marwan Batubara, M. Said Didu dan Sadun.

Sedangkan dari pihak Komisi IX hadir Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, serta para anggota Komisi IX seperti Sri Meliyana, Krisdayanti, Netty Aher, dan Mesakh Mirin.


Para punggawa KAMI melakukan audiensi kepada Komisi IX perihal protes KAMI terhadap pemerintah yang memasukkan TK China pada industri mineral nasional. Pasalnya, dalam kasus ini tenaga kerja lokal dan pribumi terpinggirkan.

Melki menyampaikan bahwa pihaknya akan meindaklanjuti laporan dari KAMI tersebut, dan akan melakukan peninjauan ke sejumlah wailayah di Indonesia yang memiliki ribuan TK China.

"Kami akan menindaklanjuti masukan yang disampaikan pimpinan KAMI dan nantinya kami akan pergi ke Morowali, Sulawesi Utara untuk memastikan hal tersebut sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan sehingga isu terkait dari luar negeri khususnya dari Cina ini bisa kita respons dengan tepat," ucap Melki usai pertemuan dengan para petinggi KAMI, di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Kamis, 27/5).

Politisi Partai Golkar itu juga akan memberikan masukan kepada pemerintah terkait adanya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia agar tenaga kerja Indonesia tidak tersingkirkan, sebagaimana yang disesalkan oleh para anggota KAMI.

"Kami akan memberikan masukan kapada pemerintah sebagaimana penanganan dan pengelolaan tenaga asing di tanah air," ucap Melki.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya