Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno/Net

Politik

Antisipasi Sebaran Varian Baru Covid-19, Pengelola Wisata Wajib Perketat Protokol Kesehatan

KAMIS, 27 MEI 2021 | 09:14 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah terus memantau peningkatan kasus Covid-19 di tanah air pasca warga nekat mudik saat lebaran meski sudah ada larangan dan penyekatan.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga menemukan adanya mutasi varian baru Covid-19 yakni B117, B1617, dan B1351 dari masuknya warga negara asing.

Mengantisipasi sebaran baru Covid-19, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau pengelola tempat-tempat wisata untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan secara ketat.


"Kami terus memantau dan harapan kami bahwa varian-varian baru ini bisa kita lakukan langkah-langkah antisipatif dan prefentif," kata Sandiaga kepada wartawan, Kamis (27/5).

Untuk memastikan agar protokol kesehatan diterapkan secara ketat di tempat wisata, Sandiaga pun menggelar rapat dengan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19.

Hasilnya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, destinasi-destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif harus melakukan langkah-langkah yang komprehensif agar bisa memetakan potensi penularan 3 varian baru Covid-19.

Sandiaga yang juga mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengatakan bahwa penularan dari varian baru Covid-19 ini sangat cepat.

Karenanya, dia mengimbau semua pihak khususnya para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk ambil langkah antisipasi yang lebih tegas.

"Arahannya untuk para pengelola destinasi wisata tentuya dengan meningkatkan protokol kesehatan 3 M. Menggunakan masker itu tentunya adalah langkah paling mendasar, jaga jarak, lalu mencuci tangan dan meningkatkan 3 T," jelasnya.

"Harapan kita dengan memperhatikan data yang ada, kita terus bisa menekan laju penularan Covid-19," demikian Sandiaga.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya