Berita

Aktivis perempuan yang tinggal di Gaza bernama Afaf Al-Najjar/Instagram

Global

Gencatan Senjata Di Atas Meja, Drone Israel Tetap Di Langit Gaza

KAMIS, 27 MEI 2021 | 08:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gencatan senjata yang terjadi di Gaza di tengah agresi terbaru Israel ke wilayah kantung tersebut tidak semerta-merta membuat kondisi di Gaza menjadi lebih baik.

Seorang aktivis perempuan yang tinggal di Gaza bernama Afaf Al-Najjar menceritakan soal situasi mencekam yang dia alami.

Dalam program webinar bertajuk "Menelisik Hubungan Israel-Palestina: Eskalasi Konflik di Levant Region" yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bekerjasama dengan sejumlah lembaga lainnya pada Rabu malam (26/5), gadis muda tersebut menjelaskan bahwa serangan pertama dilancarkan oleh Israel pada tanggal 10 Mei lalu, tepatnya saat bulan Ramadhan. Hal itu membuat warga Gaza tidak lepas dari kegelisahan.


"Kami takut bisa meninggal kapanpun," ujarnya.

Israel Membunuh Orang Tidak Berdosa

Al-Najjar menceritakan soal dirinya yang tinggal di sebuah rumah besar bersama dengan keluarga besarnya, termasuk orangtua, kakek-nenek serta saudaranya.

"Setiap kali ada hantaman bom, kami bergegas berkumpul bersama di satu ruangan di rumah kami. Kami beranggapan bahwa meskipun kami meninggal, paling tidak kami meninggal bersama-sama," ucapnya.


Dia juga menjelaskan bahwa Israel seakan menutup mata pada target penyerangannya.

"Mereka (Israel) membunuh orang-orang tidak berdosa, menyerang bank, sekolah, restauran, kafe, universitas dan bahkan infrastruktur umum," ujarnya.

Hal itu menyebabkan lebih dari 200 warga Palestina meninggal dunia. Sekitar 66 di antaranya adalah anak-anak tidak berdosa.

"Pernah suatu waktu, saya sedang melakukan wawancara secara live di kamar saya ketika tiba-tiba ibu saya masuk dan mengatakan bahwa saya harus segera berkemas untuk pergi dari rumah karena ada kabar bahwa Israel akan segera menyerang wilayah kami. Jika tidak pergi, kami bisa terkena serangan," ujarnya.

"Saya segera berkemas apa yang bisa saya bawa ke dalam tas saya. Sebelum pergi saya sejenak menatap kamar saya, tempat di mana setiap sudutnya penuh dengan barang pribadi saya, kenangan saya tersimpan di sana," sambung Al-Najja.

Dengan sedih dia pun meninggalkan kamar dan rumahnya bersama seluruh keluarganya.

"Kami berlari di jalanan sejauh yang kami bisa. Berlari dalam arti sesungguhnya, agar bisa menyelamatkan diri sebelum serangan Isarel datang," jelasnya.

Dia dan keluarganya lalu melarikan diri ke rumah pamannya di kota lain yang dirasa masih aman dari serangan.

Gencatan Senjata Yang Membingungkan

Tidak lama setelah dia dan keluarganya melarikan diri ke rumah sanak saudara di tempat lain di Gaza, Al-Najja mendengar kabar soal adanya gencatan senjata.

"Saat itu mereka katakan ada gencatan senjata dan akan berhenti menyerang," kata Al-Najja.

"Namun di waktu bersamaan saat mendengar kabar itu, saya juga mendengar ada bom meledak di wilayah dekat rumah paman saya," sambungnya.

Hal itu membuat dia dan keluarganya, serta banyak warga di Gaza lainnya bingung.

"Gaza memang sedang gencatan senjata, namun drone Israel tidak berhenti terbang di atas langit Gaza, 24 jam sehari, tujuh hari seminggu untuk memantau setiap pergerakan di Gaza," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya