Berita

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra/Net

Politik

Garuda Terlilit Utang Rp 70 Triliun, Tiap Bulan Tekor Rp 1 Triliun, Dan Modal Sudah Minus Rp 41 Triliun

RABU, 26 MEI 2021 | 19:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bayangan bahwa tahun 2021 akan lebih ringan bagi dibandingkan tahun 2020 bagi dunia penerbangan ternyata tidak sesuai harapan. Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra tidak menampik bahwa di awal tahun 2021 pihaknya sudah kelimpungan.

Pernyataan itu disampaikan Irfan Setiaputra menanggapi rencana Garuda memensiunkan 2 ribu karyawan di tahun ini. Sehingga jumlah karyawan yang sebelumnya sebanyak 7.890 karyawan bisa terpangkas menjadi 5.945 orang  

Irfan menjelaskan bahwa keresahan di tubuh direksi terus terjadi, khususnya pertanyaan mengenai apakah strategi yang mereka terapkan untuk bertahan sudah tepat.


Terlepas dari itu, dia mengurai bahwa Garuda saat ini telah terlilit utang hingga Rp 70 triliun. Sementara setiap bulannya, Garuda juga masih tekor dan akan terus berutang lebih dari Rp 1 triliun.

“Kalau sampai hari ini kita masih bertahan, teman-teman harus menyadari bahwa setiap bulan ada lebih dari Rp 1 triliun kewajiban Garuda yang dibayarkan kepada pihak-pihak di luar Garuda,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/5).

Lebih gamblang lagi, Irfan mengurai bahwa pihaknya memprediksi pemasukan Garuda hanya akan mentok di angka 56 juta dolar AS. Sementara di satu sisi pengeluaran Garuda berkali lipat.

“Kita harus bayar biaya sewa pesawat 56 juta dolar AS, maintanance 20 juta dolar AS, Asto 20 juta dolar AS, pegawai 20 juta dolar AS. Jadi secara cash kita sudah negatif. Dan modal kita sudah minus Rp 41 triliun,” demikian Irfan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya