Berita

Anggota DPD RI Fahira Idris/Net

Politik

Serangan Fitnah Pada Anies Sistematis Dan Bertujuan Membunuh Karakter Calon Pemimpin Potensial

RABU, 26 MEI 2021 | 07:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Fitnah kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin intensif saat berbagai terobosan dalam memimpin ibukota mendapat apresiasi dan penghargaan berbagai pihak. Tujuan dari fitnah yang masif ini tidak lain adalah agar berbagai capaian dan prestasi ini tertutupi oleh beredarnya berbagai kabar bohong sekaligus membunuh karakter Anies sebagai calon pemimpin nasional potensial di masa depan.

Begitu kata anggota DPD RI Fahira Idris dalam menyimpulkan sejumlah serangan yang menghampiri Anies. Teranyar, Anies diserang oleh sebaran informasi bahwa dia mendapat rumah mewah dari pengembang reklamasi. Namun belakangan data dari informasi tersebut terbukti bohong alias hoax.

Atas alasan itu, Fahira menilai serangan fitnah kepada Anies terkadang dilakukan secara sporadis dan cenderung isu yang dipilih sangat mudah dipatahkan.


Ini mungkin disebabkan kebingungan para ‘produsen’ fitnah, ingin menyerang Anies dari sisi apa, sehingga isu yang dipilih terkesan asal-asalan bahkan cenderung konyol.

Namun dari sisi penyebaran kabar fitnah terutama lewat media sosial terkesan sistematis karena disebarkan secara masif sehingga mampu memancing media massa untuk ikut memberitakan.

“Jadi kalau mau kita kilas balik, tujuannya sudah jelas membunuh karakter Anies Baswedan sebagai calon pemimpin nasional potensial di masa depan. Tetapi mereka lupa bahwa publik Indonesia sudah cerdas,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/5).

Menurut Fahira, dirinya melihat ada berbagai upaya yang ingin mendegradasi kerja-kerja nyata di Jakarta yang sudah berlangsung selama lebih dari 3 tahun terakhir dengan berbagai isu, aksi, dan fitnah.

Upaya-upaya seperti ini tentunya harus dilawan terutama dengan cara-cara yang elegan dan tidak reaktif. Namun jika fitnah yang disebar semakin menjadi-jadi mungkin perlu dipikirkan juga untuk menempuh cara-cara lain yang lebih tegas yaitu lewat koridor hukum.

“Respon Pak Anies terhadap segala fitnah yang menyerang dirinya selama ini saya rasa sangat elegan dan sama sekali tidak reaktif. Orang-orang yang punya tingkat kesabaran tinggi saja yang mampu bersikap seperti itu,” pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya