Berita

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Dr. Sudarnoto Abdul Hakim dalam RMOL World View/RMOL

Dunia

Dampak Normalisasi Hubungan, Palestina Ditinggal Sendiri Hadapi Israel

SENIN, 24 MEI 2021 | 17:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Langkah sejumlah negara-negara arab di kawasan Timur Tengah dan Afrika untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel di penghujung masa pemerintahan Presiden Donald Trump di Amerika Serikat membawa dampak yang besar bagi Palestina, terutama jika dikaitkan dengan konflik terbaru yang meletus di sana.

Dalam program webinar mingguan RMOL World View yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Senin (24/5), Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Dr. Sudarnoto Abdul Hakim menjelaskan bahwa "tradisi konflik" sebenarnya merupakan sesuatu yang bukan hanya terjadi pada dunia Arab modern seperti saat ini, tapi juga sudah mengakar sejak zaman bahkan sebelum diutusnya Rasulullah SAW.

"Saya kira memang basis sosiologis di Arab begitu, tradisi konflik menjadi sesuatu yang lumrah, meski mereka tahu akibatnya. Apalagi jika terkait dengan kepentingan ekonomi," paparnya.


Atas latar belakang itulah, menurutnya, tidak heran jika banyak negara-negara Arab yang mencari "sahabat" yang kuat yang mampu melindungi kepentingan-kepentingan ekonomi serta keamanan mereka.

Dia mengambil contoh Arab Saudi yang memandang Iran sebagai ancaman. Untuk bisa menghadapinya, Arab Saudi meminta bantuan ke Amerika Serikat dan juga Israel.

"Tidak heran jika Arab Saudi memiliki hubungan baik dengan Israel, karena butuh aliansi untuk menghadapi ancaman dari Iran," jelasnya.

Dalam konteks ini, sambungnya, latar belakang sosiologis semacam itu tampak mengakar. Hal itu tampak jelas dari semangat kesukuan yang kental.

"Spirit kesukuan atau tribal spirit yang mendominasi. Sehingga, yang kita saksikan saat ini adalah Palestina ditinggal sendiri saat menghadapi Israel, oleh negara-negara sahabatnya (negara-negara Arab)," papar Sudarnoto.

Contoh lain yang dia angkat adalah sikap dari Mesir yang memiliki hubungan, baik dengan Palestina maupun Israel.

"Mesir punya hubungan dengan Palestina, tapi dia juga dekat dengan Israel. Karena itu dia ajukan gencatan senjata, karena dia merasa tidak enak ke Israel maupun Palestina," jelasnya.

"Tapi perlu diingat, gencatan senjata 11 hari yang diajukan Mesir itu hanya istirahat sejenak, setelah 11 hari bisa jadi konflik serupa berulang," sambung Sudarnoto.

Karena itulah, dia memandang bahwa normalisasi hubungan antara Isarel dengan negara-negara Arab justru sangat merugikan Palestina.

"Saya melihat bahwa normalisasi ini hampir tidak bermanfaat dan malah merepotkan. Apalagi jika kaitannya dengan twi state solution antara Palestina dann Israel," kata Sudarnoto.

"MUI juga menyampaikan hal ini dalam statement ke publik bahwa kita meminta agar negara-negara yang melakukan normalisasi dengan Israel dapat me-review hal itu, karena tidak ada manfaatnya," tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya