Berita

Bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)/Net

Politik

Versi Survei Puspoll: PDIP Dinilai Paling Bersih Dari Korupsi

SENIN, 24 MEI 2021 | 16:09 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas partai politik (parpol) yang digelar Puspoll Indonesia.

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Muslimin Tanja menjelaskan tingkat elektabilitas PDIP berada di atas partai-partai besar lainnya, yaitu mencapai 22,3 persen.

Sementara di posisi kedua diisi Partai Gerindra dengan elektabilitas sebesar 13,4 persen, disusul PKB dengan tingkat elektabilitas 9,2 persen dan Partai Golkar sebesar 8,4 persen.


Selain itu, ada PKS diurutan kelima sebesar 7,4 persen, keenam Partai Demokrat (5,3 persen), Partai Nasdem (4,3 persen), PPP (2,8 persen), PAN (1,8 persen), dan partai lainnya masih di bawah 1 persen.

"Sementara 23,4 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab," kata Muslimin saat rilis survei yang digelar virtual pada Minggu (23/5).

Muslimin menambahkan, elektabilitas PDIP yang tinggi juga karena dianggap bersih dari korupsi. Dalam surveinya, Puspoll mengujiparpol yang paling bersih dari kasus korupsi. Hasilnya, partai berlambang banteng ini mendapat anggapan positif dari banyak respon.

"Kalau misalnya diuji siapa sih yang paling bersih dari kasus korupsi dan pro pemberantasan korupsi? Itu PDIP masih tertinggi, 15,7 persen," terangnya.

Di bawah PDIP, parpol yang juga dianggap bersih adalah Gerindra sebesar 10 persen, PKS (7,8 persen), PKB (7,6 persen), Partai Golkar (6,4 persen), Partai Demokrat (4,6 persen), Partai Nasdem (3,8 persen), PPP (2,4 persen), dan Partai Amanat Nasional (0,8 persen).

Survei Puspoll Indonesia ini dilakukan pada periode 20-29 April 2021, dengan sampel sebanyak 1.600 responden yang tersebar di 34 provinsi.

Sedangkan, metode yang dipakai wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur.
 Adapun survei ini menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error Â± 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya