Berita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto/Net

Politik

Elektabilitas Moncer, Gerindra Bulat Dorong Prabowo Maju Pilpres 2024

MINGGU, 23 MEI 2021 | 19:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Gerindra makin bulat untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sugiono seiring hasil survei Puspoll Indonesia yang menempatkan Ketum Gerindra tersebut di urutan teratas.

"Kami kader Gerindra masih bulat untuk meminta Pak Prabowo maju kembali (dalam Pilpres 2024)," kata Sugiono dalam 'Rilis Survei Puspoll Indonesia: Menakar Peluang Capres 2024 dan Tantangan Poros Partai Islam' di Jakarta, Minggu (23/5).


Meski seluruh kader mendukung penuh, keputusan pengusungan Prabowo di Pilpres 2024 akan dibicarakan lebih lanjut. Pihaknya pun menyambut baik hasil survei yang dirilis Puspoll Indonesia. Hasil jajak pendapat itu akan jadi catatan partai dalam menyikapi situasi politik ke depannya.

"Sehingga Pak Prabowo bukan hanya digandrungi generasi yang tidak muda, tapi nanti jadi orang yang mewakili semua unsur masyarakat,” ujarnya.

Survei Puspoll Indonesia mencatat Prabowo menempati urutan pertama tingkat kepantasan jadi calon presiden dengan perolehan 66,2 persen. Data itu berdasarkan simulasi 22 nama capres yang potensial maju pada Pilpres 2024.

Popularitas Prabowo juga moncer 93,8 persen dan tingkat akseptabilitas 79,9 persen. Elektabilitas Menteri Pertahanan itu juga menempati urutan pertama sebesar 20,9 persen.

Perolehan itu membuat Prabowo mengalahkan sejumlah nama populer lainnya seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya