Berita

Ilustrasi planet plastik/Net

Jaya Suprana

Cegah Planet Plastik

MINGGU, 23 MEI 2021 | 08:58 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PLASTIK merupakan material polimerik yang dapat dibentuk lazimnya dengan menggunakan panas dan tekanan.

Karakter plastikisitas kerap ditemukan di dalam kombinasi dengan properti khusus lain-lainnya seperti densitas rendah, konduktivitas elektrikal rendah, transparansi serta ketangguhan membuat plastik potensial diolah menjadi beranekaragam produk mulai dari botol minuman terbuat dari bahan polyethylene terephthalate, selang air yang lentur terbuat dari polyvinyl chloride, kontainer makanan kedap udara dengan busa  polystyrene (styrofoam) sampai ke kaca jendela yang kebal pecah terbuat dengan bahan polymethyl methacrylate.

Dashboard mobil mayoritas terbuat dengan bahan plastik sementara lempengan polyvinyl chloride (PVC) lazim digunakan sebagai bahan lantai rumah tahan basah dan mudah diganti.


Plastik jenis engineering berani bersaing dalam hal kekuatan melawan besi dan baja. Maka peran besi, baja, beton, kayu kini diambil-alih oleh plastin Jenis-jenis plastik terus berkembang semisal nilon, teflon, epoksi, elastoma thermoplastik maupun plastic yang ramah lingkungan.

Pendek kata plastik sudah merambah masuk ke dalam peradaban kehidupan sehari-hari umat manusia baik secara konstruktif mau pun destruktif .

Sampah


Di samping sangat berguna untuk memudahkan kehidupan manusia, kini plastik merupakan beban peradaban akibat produksi dan konsumsi massal plastik juga menghadirkan sampah plastik dalam kuantitas yang melanggar ambang batas maksimal daya tampung planet bumi.

Sampah plastik merupakan ancaman utama yang merusak ekosistem seluruh kehidupan planet bumi.

Ancaman bisa dihadapi dengan teknologi daur-ulang sampah plastik yang didayagunakan oleh umat manusia dengan bekal kesadaran bahwa harmoni ekosistem planet bumi hanya bisa dijaga dan dikendalikan oleh semangat jihad al nafs di mana setiap insan manusia mulai dari diri sendiri masing-masing mengurangi angkara murka hawa nafsu konsumtifisme berlebihan demi mengurangi jumlah sampah plastik yang apabila lepas kendali bisa sangat berdampak buruk bagi pembangunan berkelanjutan planet bumi abad XXI.

Manajemen sampah plastik menentukan masa depan kehidupan di planet bumi yang cuma satu bahkan satu-satunya di jagad raya.

Umat manusia hukumnya wajib bergotong-royong menunaikan fastabiqul khoirot bersaing berbuat yang terbaik demi bersama mencegah planet bumi menjadi planet plastik.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya