Berita

Presiden Joko Widodo/Repro

Dunia

Bantu Selesaikan Kesenjangan Distribusi Vaksin Global, Jokowi Siap Jadikan Indonesia Hub Produksi Di Asia Tenggara

SABTU, 22 MEI 2021 | 15:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kesenjangan distribusi vaksin Covid-19 di tingkat global menjadi satu persoalan dunia yang akan ikut dicarikan solusinya oleh pemerintah Indonesia.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kesehatan Global, kemarin malam, Presiden Joko Widodo berkomitmen membantu menyelesaikan masalah trsebut dengan menjadikan Indonesia sebagai negara pemroduksi vaksin terbesar di Asia Tenggara.

Pasalnya, Indonesia kini memiliki perusahaan plat merah, yaitu PT Bio Farma, yang mampu memproduksi vaksin Covid-19 sebanyak 25 juta dalam setiap bulannya.


"Sebagai produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara, Indonesia siap untuk menjadi hub bagi peningkatan produksi vaksin di kawasan," ujar Jokowi dalam pidatonya di KTT Kesehatan Global, Jumat malam (21/5).

Disamping itu, Jokowi juga mengajak negara-negara anggota G20 untuk memberikan dukungan peningkatan produksi dan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

Berkaitan dengan hal tersebut, Jokowi memastikan sikap Indonesia dalam mendukung penuh proposal TRIPS Waiver yang mengusulkan untuk sementara waktu melepaskan kewajiban dalam melindungi hak kekayaan intelektual terkait pencegahan, penanganan, atau pengobatan Covid-19.

Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan, Indonesia telah memutuskan untuk menjadi salah satu negara co-sponsor proposal tersebut. Sehingga dia berharap, negara-negara anggota G20 lainnya juga bisa ikut memberikan dukungan yang sama.

“Prinsip-prinsip dalam Deklarasi Roma sangat penting untuk ketahanan kesehatan global. Namun, prinsip tersebut tidak akan berarti jika tidak diterapkan secara konkret," tuturnya.

"Implementasi adalah kunci dan dunia hanya bisa pulih serta menjadi lebih kuat jika kita melakukannya bersama. Recover together, recover stronger,” demikian Joko Widodo.

KTT Kesehatan Global merupakan satu pertemuan negara anggota G20 di bawah Presidensi Italia, yang dihadiri oleh para pemimpin negara G20, negara undangan, serta pimpinan organisasi internasional.

KTT Kesehatan Global menghasilkan kesepakatan “Deklarasi Roma” yang berisikan prinsip kerja sama multilateral dan tindakan bersama untuk mencegah krisis kesehatan global di masa depan dengan komitmen untuk membangun dunia yang lebih sehat, aman, adil, dan berkelanjutan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya