Berita

Presiden Joko Widodo/Repro

Dunia

Bicara Keadilan Distribusi Vaksin Di KTT Kesehatan Global, Jokowi: No One Is Safe Until Everyone Is

SABTU, 22 MEI 2021 | 14:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kesehatan Global yang diselenggarakan secara virtual, kemarin malam, dijadikan momentum oleh Presiden Joko Widodo untuk mengampanyekan keadilan distribusi vaksin Covid-19 di dunia.

Jokowi, sapaan akrab Presiden, menegaskan bahwa pandemi Covid-19 hanya dapat ditangani secara global, apabila seluruh negara ingin pulih sepenuhnya dari penyebaran pandemi.

Namun nyatanya, dia melihat negara-negara dunia masih harus menghadapi tantangan terhadap akses vaksin yang adil dan merata bagi semua negara. Sehingga penting bagi para pemimpin negara dunia untuk melakukan langkah nyata.


“Saya harus kembali mengingatkan kita semua bahwa kita hanya akan betul-betul pulih dan aman dari Covid-19 jika semua negara juga telah pulih. No one is safe until everyone is,” ujar Jokowi dalam pidatonya di KTT Kesehatan Global, Jumat malam (21/5).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, kondisi beberapa negara yang mulai melakukan vaksinasi bagi kelompok berisiko rendah. Yakni anak-anak dan usia belia.

Tapi dalam catatannya, implementasi vaksinasi untuk kelompok tersebut di sejumlah negara masih minim. Yaitu sebanyak 0,3 persen dari pasokan vaksin global yang tersedia bagi negara berpenghasilan rendah.

Karena itu, Jokowi memandang kesenjangan terhadap akses vaksin bagi negara miskin itu tampak menjadi semakin nyata. Utamanya, saat 83 persen pasokan vaksin global telah diterima negara-negara kaya, sementara 17 persen sisanya diterima negara-negara berkembang di mana terdapat di dalamnya 47 persen populasi dunia.

Dia pun berharap satu langkah nyata yang bisa dilakukan secara bersama-sama. Yakni mendorong lebih banyak lagi doses-sharing melalui skema COVAX Facility.

"Ini merupakan bentuk solidaritas yang harus didorong dan dilipatgandakan khususnya dalam mengatasi masalah rintangan suplai,” tuturnya.

Adapun dalam jangka panjang, lanjut Jokowi, masyarakat global harus dapat melipatgandakan produksi vaksin untuk memenuhi kebutuhan global dan membangun ketahanan kesehatan, dengan cara meningkatan kapasitas produksi secara kolektif melalui alih teknologi dan investasi.

“Jika isu kapasitas produksi dan distribusi vaksin tidak segera ditangani saya khawatir akan semakin lama kita dapat menyelesaikan pandemi ini,” tambahnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya