Berita

AM. Hendropriyono/Net

Publika

Hendropriyono Memang Ngawur

KAMIS, 20 MEI 2021 | 10:19 WIB

DI tengah riuh dukungan berbagai elemen masyarakat Indonesia kepada rakyat dan bangsa Palestina atas penjajahan dan kekejaman zionis Israel, AM. Hendropriyono menyatakan masalah Israel dan Palestina bukan urusan kita.

Sungguh tak ada empati dan sadis pandangannya. Presiden Joko Widodo yang biasa diam saja telah menunjukkan simpati dan dukungan kepada Palestina.

Palestina adalah negara pertama mendukung kemerdekaan Indonesia. Mereka peduli dan simpati kepada bangsa Indonesia.


Kini Hendro mengajak bangsa Indonesia untuk tak peduli pada kondisi bangsa Palestina yang dijajah oleh zionis Israel. Hendro lupa atau abai pada UUD 1945 yang dalam preambulenya menyatakan:

Alinea 1: "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan".

Alinea 4: "Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial".

Pak Hendro, sejak SD kita anak-anak bangsa Indonesia belajar itu. Diajarkan agar memahami kemerdekaan dan kepedulian pada penderitaan dunia. Membantu kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia.

Masak tidak baca dan pahami hal ini untuk tokoh sekelas Bapak Hendropriyono. Rakyat sudah pasti semua geleng-geleng kepala.

Pernyataan yang mengajak agar hanya memperhatikan masalah dalam negeri adalah ngawur, tak berperasaan, dan bagai orang yang terkena penyakit chauvinisme.

Lagi pula negeri ini nyatanya juga sedang dijajah oleh "Yahudi dalam negeri" para penguasa yang rakus, jauh dari agama, koruptor, dan penindas warganya sendiri. Oligarkhis dan korporatokratis.

Israel adalah negara penjajah, pencaplok tanah Palestina, mengusir warga Palestina dan menguasai Masjid Al-Aqsa. Negara yang dipimpin oleh para penjahat perang yang pengecut dan bengis. Israel dikutuk dunia. Hanya para penjilat, penghianat, dan kolaborator yang mendukungnya.

Wajar jika rakyat Indonesia mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dan kedaulatannya.

Ini amanat Pancasika dan amanat UUD 1945. Amanat kemanusiaan. Amanat untuk selalu menegakkan keadilan dan melawan kezaliman. Di manapun, di belahan dunia manapun.

Pandangan Hendro ngawur dan melanggar UUD 1945. Tidak berperasaan dan melecehkan aspirasi publik.

Bahwa kita peduli dengan berbagai penyimpangan di dalam negeri tentu benar, akan tetapi sangat tidak benar jika kita tidak peduli dengan masalah di luar negeri yang diikat oleh kebersamaan negara non-blok, OKI, atau anggota PBB.

Palestina adalah urusan kita bangsa Indonesia, dan mengusir Israel dari statusnya sebagai penjajah atas Palestina adalah kewajiban kita bangsa Indonesia.

Jika Hendro tak peduli itu urusan dan arogansinya sendiri, tetapi memprovokasi agar orang atau masyarakat tak peduli pada masalah Palestina-Israel adalah perbuatan yang salah dan melawan Konstitusi.

Siapapun yang melawan konstitusi adalah musuh negara. Hendro memang ngawur.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya