Berita

Jaya Suprana/Repro

Jaya Suprana

Kata Ulang Nama Satwa

RABU, 19 MEI 2021 | 17:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MENARIK bahwa bahasa Indonesia kerap menggunakan kata ulang sebagai sebutan untuk berbagai jenis satwa. Misalnya ubur-ubur, cumi-cumi, alap-alap, biri-biri, berang-berang, lumba-lumba, undur-undur, laba-laba, kunang-kunang, kura-kura, kupu-kupu, rama-rama.

Ternyata nama satwa terbanyak dengan kata ulang adalah jenis serangga yaitu kunang-kunang, kupu-kupu, rama-rama, dan undur-undur yang sebenarnya larva.

Ubur-ubur merupakan binatang lunak yang hidup di dalam air asin dan termasuk dalam golongan Coleontarata berasal dari hewan berongga.


Sementara cumi-cumi tergolong Chepalopoda hidup di air asin dengan sepuluh tentakel dan dua mata besar di kanan kiri kepalanya.

Lumba-lumba meski pandai berenang di air asin maupun tawar sebenarnya bukan ikan, tetapi binatang menyusui seperti biri-biri dan berang-berang.

Satu-satunya burung dengan nama kata ulang adalah alap-alap yang kerap keliru dianggap elang padahal falkon.

Hewan bernama kata-ulang bersifat predator adalah alap-alap, undur-undur, dan laba-laba yang kerap keliru dianggap serangga padahal bukan sebab berkaki delapan dan tergolong hewan berbuku-buku dengan dua segmen tubuh.

Satu-satunya mamalia herbivora di dalam klub satwa bernama kata ulang adalah biri-biri. Sementara berang-berang adalah mamalia karnivora keluarga Mustelidae subkeluarga Luteinae dengan naluri ketrampilan arsitektural membangun bendungan.

Laba-laba dan undur-undur berbekal bakat alam membangun sarang masing-masing dengan bahan benang perekat dan pasir untuk menangkap mangsa mereka masing-masing lalu menghisap habis cairan di dalam tubuh mangsa mereka.

Tidak jelas alasannya kenapa satwa lain seperti nyamuk, sapi, merak, gajah tidak disebut sebagai nyamuk-nyamuk, sapi-sapi, merak-merak, dan gajah-gajah.

Menarik bahwa berang bermakna amarah yang bukan sifat dasar berang-berang yang lazimnya ramah dan gemar bermain. Namun jika terancam berang-berang bisa menjadi ganas dan agresif yang secara main keroyokan bisa mengalahkan buaya.

Sementara secara akuntantif laba merupakan surplus pendapatan dibanding dengan pengeluaran dan laba-laba bukan berarti keuntungan berlipat ganda.

Biri dan alap sebagai kata dasar malah sama sekali tidak bermakna meski kunang, kupu, kura, ubur juga sertamerta otomatis kehilangan makna apabila mandiri sebagai bukan kata-ulang.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya