Berita

Ketua DPR RI, Puan Maharani/Net

Politik

IBSW: Dari Bung Karno, Puan Paham Konflik Israel-Palestina Itu Penindasan Satu Bangsa Terhadap Bangsa Lain

RABU, 19 MEI 2021 | 08:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketegasan yang ada di dalam diri Proklamator RI Soekarno seperti telah menurun kepada cucunya yang kini menjadi Ketua DPR RI, Puan Maharani. Khususnya ketegasan dalam menyatakan dukungan untuk rakyat Palestina.

Begitu terang Direktur Eksekutif Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika menanggapi kecaman Puan Maharani atas agresi militer yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Menurutnya, sikap Puan tersebut seolah menegaskan bahwa darah patriotik penuh semangat kemanusiaan dan anti penindasan Sokarno telah mengalir dalam nadinya.

Seruan Puan, sambungnya, merupakan wujud konsistensi terhadap tujuan pendirian NKRI yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Khususnya soal keikutsertaan Indonesia dalam  melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.


“Apa yang terjadi di Palestina adalah penjajahan satu bangsa terhadap bangsa lain. Dari Bung Karno, Puan mengetahui dengan arif hal itu sebagai exploitation de nation par nation atau penindasan satu bangsa terhadap bangsa lain,” tegasnya kepada wartawan, Rabu (19/5).

Terlepas dari itu, Nova menilai ajakan Puan agar semua pihak untuk menyerukan dan memaksa Israel menghentikan serangan kepada sipil Palestina perlu digarisbawahi. Apalagi agresi Israel dilakukan di saat dunia sedang berjuang menyelamatkan nyawa manusia dari wabah Covid-19.

“Artinya, Ibu Puan mengajak semua pihak, terutama Israel sebagai pihak agresor untuk menahan diri, tidak menambah beban rakyat Palestina yang juga tengah dirundung pandemi corona,” kata Nova.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya