Berita

Pakar komunikasi politik, Emrus Sihombing/Net

Politik

Salah Satu Manfaat Alih Status ASN, Pegawai KPK Tidak Lagi Terjebak Politik Praktis

MINGGU, 16 MEI 2021 | 10:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Peralihan status Pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai akan membawa banyak manfaat bagi komisi anti rasuah tersebut. Peralihan status ini sendiri merupakan amanat dari UU 19/2019 tentang KPK.

“Banyak manfaat alih status pegawai KPK menjadi ASN,” tutur pakar komunikasi politik, Emrus Sihombing kepada wartawan, Minggu (16/5).

Salah satu manfaat yang nyata adalah pegawai KPK bisa fokus dalam pemberantasan korupsi dan tidak lagi terjebak pada politik praktis.


Emrus lantas mengambil contoh aksi Wadah Pegawai (WP) KPK yang menolak revisi UU KPK beberapa waktu lalu. Padahal sebagai pegawai, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka adalah bekerja dalam pemberantasan korupsi.

Sementara penolakan terhadap revisi yang dilakukan pemerintah dan DPR merupakan bagian dari sikap politik para pegawai.

“Salah satu manfaatnya, menurut hemat saya, tidak ada lagi pegawai KPK yang melakukan politik praktis, seperti antara lain dengan mengatasnamakan WP, menolak revisi UU KPK yang bukan tupoksi mereka,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya