Berita

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi/RMOLJateng

Kesehatan

Klaster Keluarga Mendominasi Kasus Aktif di Kota Semarang

KAMIS, 13 MEI 2021 | 16:54 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus aktif Covid-19 di Kota Semarang diklaim mulai terus menurun.

Data dari siagacorona.senarangkota.go.id per sore hari ini menunjukkan angka 245 pasien positif dari kota Semarang dan 108 pasien dari luar kota Semarang. Sehingga total kasus yang ada dikota Semarang pada hari ini, Kamis (13/5) mencapai 353 kasus.

Dari angka tersebut, diketahui didomimasi oleh klaster keluarga.


Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi usai mengunjungi pasien Covid-19 yang ada di rumah dinas.

"Sebagai informasi, perkembangan Covid-19 di Kota Semarang, meskipun sudah mulai landai tapi ada sebuah perubahan klasternya. Klasternya hari ini didominasi oleh klaster keluarga," ucap Hendi diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (13/5).

Klaster keluarga ini muncul karena penularan virus yang ada di dalam lingkup keluarga, seperti bapak ke anak dan istrinya, juga sebaliknya.

"Ada juga kasus yang anak atau ibu menularkan virus ke ayahnya. Itu cerita yang sering terjadi dan terdengar di Kota Semarang," lanjutnya.

Dengan munculnya klaster keluarga saat momen hari raya Idulfitri seperti ini, yang identik dengan acara kumpul antarkeluarga, pihaknya mengimbau agar warga Semarang terus meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan.

"Mau beraktivitas ya silakan. tapi tetap harus pakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan," tutupnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya