Berita

Peziarah diminta putar balik oleh petugas yang berjaga di sekitar makam Jeruk Purut, Jakarta Selatan/RMOL

Nusantara

Ziarah Kubur Dilarang, Warga Kecewa Disuruh Putar Balik

KAMIS, 13 MEI 2021 | 16:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

RMOL. Pemerintah Jakarta dan Jawa Barat melarang masyarakat melakukan ziarah kubur selama lebaran mulai dari tanggal 12 hingga 16 Mei 2021.

Salah satu makam yang ditutup untuk diziarahi warga yakni makam Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan. Makam tersebut diportal oleh petugas keamanan setempat, dan dijaga agar warga tidak datang berziarah.

Salah seorang warga Ciputat, Tangerang Selatan, Angga (35) kecewa lantaran tahun ini tidak bisa berziarah ke makam kakeknya yang dimakamkan di tempat pemakaman umum Jeruk Purut.


“Ini kan momentum Idulfitri yang biasanya saya dan keluarga punya tradisi setelah halal bihalal ke makam kakek, tapi sayang sekali sampai di sini malah ditutup,” ucap Angga saat ditemui di lokasi, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (13/5).

Sesampainya di lokasi, Angga yang datang bersama keluarganya diminta oleh petugas keamanan untuk tidak berziarah lantaran ditutup oleh pemerintah daerah.

“Ya mau gimana lagi, kita juga ikutin aturan pemerintah. Semoga tahun depan biasa ziarah, dan pandemi bisa berakhir,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang warga Ibukota melaksanakan ziarah kubur pada Hari Raya Idulfitri 1442 H atau Lebaran 2021. Larangan tersebut berlaku selama 5 hari, mulai Rabu ini sampai dengan hari Minggu mendatang.

Anies menegaskan, aturan itu juga berlaku di wilayah penyangga di sekitar wilayah DKI Jakarta. Guna memaksimalkan aturan tersebut, semua TPU akan ditutup selama periode tersebut.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya