Berita

Bentrokan antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel di kompleks Masjid Al Aqsa/Net

Dunia

Gagal Buat Pernyataan Bersama, Dewan Keamanan PBB Kembali Bertemu Bahas Konflik Palestina-Israel

RABU, 12 MEI 2021 | 08:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) dijadwalkan kembali bertemu secara tertutup untuk membahas eskalasi ketegangan antara Palestina dan Israel.

Pertemuan tersebut merupakan kedua kalinya yang digelar DK PBB, dengan permintaan dari Tunisia, Norwegia, dan China.

Pada Senin (10/5), dewan telah bertemu tanpa hasil pernyataan bersama. Lantaran Amerika Serikat (AS) menolak mengadopsi rancangan pernyataan yang diusulkan Norwegia.


Dimuat AFP, rancangan tersebut berisi seruan kepada Israel untuk menghentikan kegiatan pemukiman, pembongkaran, dan penggusuran, termasuk di Yerusalem timur.

Dalam pernyataan itu, dewan juga mengungkapkan keprihatinan besar atas meningkatnya ketegangan dan kekerasan di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price tidak secara langsung mengonfirmasi bahwa Washington telah memveto rancangan tersebut.

"Kami ingin memastikan bahwa langkah-langkah itu, baik yang berasal dari pemerintah Israel, Otoritas Palestina atau Dewan Keamanan PBB, berfungsi, bukan untuk meningkatkan atau memprovokasi, tetapi untuk menurunkan," ujarnya.

Peningkatan ketegangan baru-baru ini dipicu oleh upaya Israel yang menggusur paksa sejumlah keluarga Palestina dari Sheikh Jarrah. Menyusul bentrokan antara pengunjuk rasa Palestina dan aparat keamanan Israel di kompleks Masjid Al Aqsa dari Jumat (7/5).

Situasi makin mencekam ketika pada Senin (10/5), saling balas serangan udara dimulai antara Hamas dan Israel.

Setidaknya 28 warga sipil Palestina dan tiga orang Israel meninggal dunia dalam eskalasi terbaru ini.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya