Berita

Aparat keamanan Israel ketika berusaha membubarkan massa Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa/Net

Dunia

PBB: Penggunaan Senjata Sembarangan, Israel Harus Patuhi Hukum Humaniter Internasional

RABU, 12 MEI 2021 | 07:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penggunaan senjata oleh Israel selama ketegangan dengan Palestina baru-baru ini dianggap "sembarangan". Untuk itu, Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) mendesak Israel mematuhi hukum humaniter internasional.

Dalam pernyataan di Jenewa pada Selasa (11/5), jurubicara OHCHR, Rupert Colville menyoroti laporan korban terkait eskalasi yang terjadi antara Palestina dan Israel.

Colville menyebut lebih dari 900 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan aparat keamanan Israel di Yerusalem Timur dari 7 hingga 10 Mei, dan lebih dari 200 lainnya terluka di Tepi Barat.


Serangan udara oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke Jalur Gaza juga diketahui telah menewaskan 24 warga Palestina, termasuk sembilan anak dan satu wanita.

Sementara itu, sedikitnya terdapat 17 warga Israel yang dilaporkan terluka dalam serangan udara kelompok Hamas.

"Penggunaan senjata sembarangan ini dilarang keras menurut hukum humaniter internasional dan harus segera dihentikan," tegas Colville, seperti dikutip dari situs resmi PBB.

"Israel harus menghormati hukum humaniter internasional, khususnya prinsip-prinsip utama dalam melakukan permusuhan, yaitu pembedaan, proporsionalitas, dan kewaspadaan," jelasnya.

"Setiap serangan, termasuk serangan udara, harus ditujukan hanya pada tujuan militer dan semua tindakan pencegahan yang layak harus dilakukan untuk menghindari kematian dan cedera warga sipil serta kerusakan pada objek sipil," imbuh Colville.

Dalam kesempatan yang sama, Colville juga menyoroti penggunaan kekuatan yang tidak beralasan, tidak proposional, dan tidak pandang bulu yang dilakukan oleh aparat keamanan Israel terhadap pengunjuk rasa Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa.

"Dalam beberapa kasus, terutama ketika polisi memasuki kompleks Haram Al-Sharif menggunakan gas air mata, granat setrum, peluru berujung spons, kekuatan fisik, tampak tidak beralasan, tidak proporsional, atau tidak pandang bulu," ujarnya.

Meningkatnya ketegangan baru-baru ini dipicu oleh penggusuran paksa sejumlah keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah oleh Israel. Bentrokan kemudian pecah pada Jumat (7/5) di kompleks Masjid Al Aqsa yang berlangsung hingga saat ini.

Korban bertambah banyak ketika Hamas dan militer Israel bertukar serangan udara sejak Senin (10/5).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya