Berita

Aksi protes menolak kudeta militer Myanmar/Net

Dunia

Tiga Jurnalisnya Ditangkap, Media Myanmar Minta Thailand Tidak Mendeportasi

SELASA, 11 MEI 2021 | 12:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tiga jurnalis Myanmar yang ditangkap di Thailand menghadapi persidangan untuk menentukan apakah mereka akan dideportasi.

Ketiganya melarikan diri bersama dua aktivis Myanmar ke Thailand untuk menghindari tindakan keras junta militer. Namun mereka ditangkap oleh pihak berwenang Thailand di kota Chiang Mai pada Minggu (9/5).

Tiga jurnalis tersebut merupakan bagian dari Democratic Voice of Burma (DVB) yang izin siarannya dicabut pada Maret. Setelah itu media itu mengirim jurnalis-jurnalisnya untuk bersembunyi.


Menurut pemimpin redaksi DVB, Aye Chan Naing, ketiga jurnalis yang ditangkap di Thailand akan menghadiri persidangan pada Selasa (11/5). DVB mendesak pihak berwenang Thailand untuk tidak mendeportasi tiga jurnalis tersebut ke Myanmar.

"Mereka ditangkap selama penggeledahan acak oleh polisi dan didakwa masuk secara ilegal di Thailand," kata Aye Chan Naing, seperti dikutip Reuters.

"DVB sangat mendesak pihak berwenang Thailand untuk tidak mendeportasi mereka kembali ke Burma, karena nyawa mereka akan dalam bahaya serius jika mereka kembali," lanjut Aye Chan Naing yang saat ini berada di Oslo.

Pihak berwenang Thailand pada hari Selasa mengkonfirmasi penangkapan tersebut, tetapi tidak mengatakan apakah mereka adalah jurnalis.

Meskipun kehilangan izin siaran pada Maret, DVB terus melaporkan aksi protes dan tindakan keras aparat keamanan Myanmar di halaman Facebook-nya. Itu juga disiarkan melalui televisi satelit, meski junta telah melarang penggunaannya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya