Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Kecam Bentrokan Di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris Yang Kejam

MINGGU, 09 MEI 2021 | 06:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam serangan yang dilakukan oleh Israel dalam bentrokan dengan warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem pada Jumat malam (7/5).

Dalam pidatonya di Ankara pada Sabtu (8/5), Erdogan menyebut Israel sebagai "negara teroris yang kejam". Ia juga menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina merupakan serangan terhadap semua umat Muslim.

Erdogan pun menekankan bahwa melindungi kehormatan Yerusalem merupakan kewajiban setiap Muslim.


"Israel, negara teroris yang kejam, menyerang Muslim di Yerusalem - yang satu-satunya perhatian mereka adalah melindungi rumah dan nilai-nilai suci mereka - dengan cara yang kejam tanpa etika," tegas Erdogan, seperti dikutip AFP.

Lebih lanjut, Erdogan mengajak semua negara, khususnya negara Muslim untuk bereaksi dan meminta Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menghentikan kekerasan tersebut.

Sebelum menyatakan kecamannya dalam pidato, Erdogan juga telah mengutuk kekerasan Israel di Twitter.

"Kami mengutuk keras serangan keji terhadap Masjid Al Aqsa, yang sayangnya dilakukan setiap Ramadhan. Kami akan terus berada di sisi saudara dan saudari Palestina dalam segala situasi," cuit Erdogan.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Jumat juga telah meminta pemerintah Israel untuk mengakhiri kebijakan agresif dan provokatif terhadap Israel.

Sementara pada Sabtu sekitar 300 orang melakukan aksi demo di luar konsulat Israel di Istanbul sebagai bentuk solidaritas untuk warga Palestina.

Bentrokan di kompleks Masjid Al Aqsa dipicu oleh penggusuran yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem.

Warga Palestina dibuat geram dengan keputusan Pengadilan Pusat Israel di Yarusalem Timur yang menyetujui pengusiran tujuh keluarga. Alhasil warga melakukan aksi protes.

Pada Jumat malam, usai shalat Tarawih, puluhan ribu jamaah Palestina memadati kompleks Masjid Al Aqsa. Polisi Israel kemudian berusaha untuk membubarkan aksi protes dengan granat kejut dan bom gas.

Insiden tersebut dilaporkan membuat lebih dari 200 orang meninggal dunia.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya