Berita

Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Dunia

Presiden Bolsonaro: Virus Corona Mungkin Direkayasa Untuk Perang Biologis

JUMAT, 07 MEI 2021 | 08:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali membuat pernyataan kontroversial terkait dengan pandemi Covid-19 yang memicu kemarahan China.

Bolsonaro menyebut virus corona atau SARS-CoV-2 kemungkinan direkayasa di laboratorium untuk perang biologis.

"Ini virus baru, Tidak ada yang tahu apakah itu lahir di laboratorium atau karena manusia memakan hewan yang seharusnya tidak mereka makan. Tapi militer tahu semua tentang perang kimia, biologi dan radiologi. Bisakah kita berperang baru? Aku penasaran. PDB negara mana yang tumbuh paling besar?" ujar Bolsonaro, seperti dikutip AFP, Jumat (7/5).


Namun berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret, sangat tidak mungkin virus corona diproduksi di laboratorium.

Sementara itu, Bolsonaro sendiri dikenal telah banyak mengecam para ahli kesehatan dan menolak berbagai pembatasan sosial, terutama lockdown, untuk menghentikan penyebaran virus.

Ia menyebut lockdown hanya akan menyalahi hak rakyat untuk datang dan pergi.

"Saya berharap kepada Tuhan saya tidak perlu mengeluarkan keputusan itu. Tetapi jika saya melakukannya, itu akan dilakukan dengan semua kekuatan yang dimiliki menteri saya. Dan tidak ada yang lebih berani menantangnya," ujarnya.

Akibat penanganannya yang dinilai buruk, Bolsonaro menghadapi penyelidikan di Senat karena dianggap bertanggung jawab atas kematian 2.811 orang akibat Covid-19.

Sejauh ini, Brasil menempati posisi ketiga untuk negara paling terinfeksi di dunia. Brasil mencatat 14,6 juta kasus Covid-19, di bawah Amerika Serikat (AS) 32,3 juta dan India 18,8 juta.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya