Berita

Akademisi Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad/Net

Politik

Separuh Masyarakat Indonesia Takut Berpendapat, Pemerintah Disarankan Kurangi Represif Pada Kelompok Kritis

JUMAT, 07 MEI 2021 | 00:56 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Survei LP3ES menemukan data 52,1 persen masyarakat menyatakan mengaku makin takut untuk menyatakan pendapat, berpekspresi, berkumpul dan berserikat.

Akademisi Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad mengatakan bahwa temuan survei LP3ES merepresentasikan kondisi masyarakat secara faktual.

Kata analis hukum itu, kondisi meningkatnya ketakutan masyarakat berdampak kurang baik bagi demokratisasi di Indonesia.


"Survei tersebut merepresentasikan kondisi masyarakat secara faktual, ini kurang kondusif untuk iklim demokrasi yang autentik," demikian kata Suparji Ahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/5).

Dijelaskan Suparji, jika mengacu data temuan survei LP3ES jelas didapatkan faktor yang menjadi penyebab takutnya masyarakat mengemukakan pendapat.

Menurutnya, pemerintah sebagai kepanjangan tangan negara harus segera mencari solusinya.

"Faktor yang menyebabkan ketakutan berpendapat dicari solusinya, mengingat itu bagian dari kondisi yang tidak dikehendaki dalam alam demokrasi," tandas Suparji.

Suparji kemudian menyarankan beberapa langkah untuk memperbaiki kondisi itu. Beberapa tindakan yang harus dilakukan pemerintah adalah perlu dikurangi upaya represif terhadapa pendapat kritis dari elemen sipil.

Selain itu, Suparji meminta pemerintah lebih akomodatif menyikapi berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat.

"Perlu segera diatasi sehingga masyarakat dapat kontributif dan produktif dalam berpendapat dan dicegah adanya budaya saling lapor," demikian ulasan Suparji.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya