Berita

ilustrasi kursi RI 1/Net

Politik

Lewat Diskusi, UMB Intip Peluang Kandidat Di Pilpres 2024

KAMIS, 06 MEI 2021 | 18:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perbincangan mengenai nama-nama kandidat yang akan mendapat dukungan publik pada Pilpres 2024 mulai bermunculan, meski pesta demokrasi tersebut baru digelar 3 tahun lagi.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta, Heri Budianto mengatakan bahwa fenomena Pipres 2024 bakal menyedot perhatian dalam beberapa waktu ke depan dan menjadi kajian menarik. Tidak hanya oleh partai politik, tetapi juga melibatkan kalangan akademisi dan kelompok berpengaruh pembentuk opini (key opinion leader).

Mahasiswa, sebagai  insan akademik yang tengah belajar, perlu diberikan wawasan praktis langsung dari para aktor politik baik dari partai politik maupun penggiat konsultan politik.


“Agar wawasan tersebut menjadi satu kajian kasus yang dapat dibedah dari perspektif ilmu komunikasi,” ujarnya.

Atas alasan itu, dia memuji inisiatif mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi UMB Jakarta yang akan menggelar zoominar Diskusi Publik dengan tema “Capres 2024: Saling Intip Partai Politik”.

“Diskusi publik yang digelar oleh mahasiswa kelas Media dan Politik Pencitraan cukup penting untuk memberikan perspektif keilmuan yang baru sebagai bekal mendorong lahirnya para magister di bidang komunikasi politik,” tegasnya.

Senada itu, ketua panitia kegiatan St Arief Setiaji memastikan bahwa sejumlah narasumber perwakilan partai politik yang diundang dalam diksusi sangat representatif untuk menggambarkan peta koalisi menuju Pilpres 2024.

Diskusi ini akan digelar pada Sabtu (8/5) pukul 12.30 hingga 15.00. Narasumber yang diundang di antaranya Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Hermawi Taslim, dan ahli komunikasi politik UMB, Rahman.

Bagi Arief, kehadiran Mardani akan mengungkap sepak terjang PKS yang dalam beberapa waktu terakhir cukup aktif membangun komunikasi politik dengan sejumlah parpol, seperti dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

“Langkah PKS yang cukup aktif membangun komunikasi menggambarkan mesin politik menuju Pilpres 2024 sudah dinyalakan sejak sekarang,” katanya.

Sementara Hermawi Taslim, menurutnya, dihadirkan untuk menguji indera penciuman Partai Nasdem yang biasanya bisa lebih dini dalam melihat tokoh politik prospektif untuk diusung sebagai calon pemimpin.

Dari aspek akademik, Arief menutukan diskusi itu akan memberi perspektif baru dari parpol khususnya dalam menyiapkan strateginya menghadai Pilpees 2024 yang masih dibayangi situasi pandemi Covid-19.

“Pemilu dan Pilpres 2024 akan beda situasinya. Isu pandemi masih akan mewarnai. Strategi parpol tak bisa dengan pendekatan yang biasa lagi,” katanya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya