Berita

Ilustrasi MUI/Net

Politik

MUI Minta KPI Setop Program TV Tidak Bermanfaat Selama Ramadhan

KAMIS, 06 MEI 2021 | 02:57 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Majelis Ulama Indonesia melalui Komisi Informasi dan Komunikasi terus melakukan pemantauan program Ramadan yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi.

Analisa MUI, masih ada sejumlah program yang membandel dan unfaedah disuguhkan selama bulan Ramadan.

MUI juga mengaku sudah menyampaikan temuan ini kepada sejumlah televisi dengan difasilitasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).


Ketua Komisi Infokom MUI, Mabroer MS mengatakan, setelah pihaknya melakukan analisa mendalam, masih terdapat tayangan yang unfaedah hingga paruh kedua Ramadan ini.

Kata Mabroer, hingga saat ini program-program yang telah diberi saran masih tetap beroperasi dan belum ada perbaikan.

Mabroer lantas membeberkan program unfaedah yang dimaksud, seperti ore-Sore Ambyar TransTV, Pas Buka Trans7, Sahur Seger Trans7,  Ramadhan In The Kost dan Kring-kring Ramadhan in The Kost di Net TV, serta Pesbukers New Normal ANTV.

"Program-program tersebut tetap bandel dengan menayangkan tayangan yang mengandung unsur  memperolok, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, dan memiliki makna jorok/mesum/cabul/vulgar," kata Mabroer seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (5/5).

Mabroer meminta KPI memberikan sanksi penghentian sementara terhadap program-program tersebut.

Menurutnya, sanksi bisa dijatuhkan berdasarkan Peraturan KPI Nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran (SPS), Pasal 80.

"Sanksi dimaksudkan agar ada efek jera sekaligus kesadaran terhadap posisi mereka sebagai agen perubahan, agen perbaikan moral bangsa, dan agen mencerdaskan masyarakat," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya